Mein Kampf Berbahasa Arab
Hitler mengangkat Von Hentig dan meletakkannya dalam posisi itu bukan tanpa alasan, Hitler melihat bahwa Von Hentig memiliki jaringan yang kuat di Timur Tengah, terutama dengan para tokoh Pan-Turanisme (para pendukung Nasionalis Turki dan ingin menyatukan semua Bangsa Turki dalam sebuah negara Turki Raya), kelompok Nasionalis Arab, dan Nasionalis Persia (sekarangIran). Bahkan pada tahun 1938, Von Hentig pernah diminta oleh seorang Ahli Al-Qur'an untuk menerjemahkan Mein Kampf ke dalam Bahasa Arab. Terjemahan itupun ditulis dengan kaidah penulisan dalam Al-Qur'an, seperti adanya tanda baca dan cara membacanya, agar tidak terjadi salah tafsir dan tidak bertentangan dengan Ajaran Islam, tujuannya adalah agar Nazisme mendapatkan tempat di hati Umat Muslim di seluruh dunia. Von Hentig juga sempat menyarankan kepada konsulat Jerman Nazi di Mekah, Arab Saudi agar, eksemplar Mein Kampf yang berbahasa Arab untuk dibagikan selama musim Haji.[3][4]
Mengenai terjemahan Mein Kampf ke dalam Bahasa Arab itu, Von Hentig pernah menulis pernyataan:
"Jika berhasil (menerjemahkan dan memublikasikan Mein Kampf berbahasa Arab), maka terjemahan Arab dari buku Führer akan menemukan tempat yang subur dan bergaung dari Maroko hingga India."[1]
Ide tentang penerjemahan Mein Kampf ke dalam Bahasa Arab itu bukannya tidak diketahui oleh pihak Blok Sekutu, terutama Britania Raya yang memang lebih banyak bertugas di wilayah Timur Tengah. Saat itu sebuah jurnal bernama ''L'Orient'' yang bermarkas di Beirut, Lebanon - wilayah koloni Prancis dan pro-Inggris melaporkan rencana Jerman untuk menerbitkan Mein Kampf berbahasa Arab. Dalam jurnal itu dikatakan:
"Kaum Orientalis Jerman bersiap unutk memalsukan Al-Qur'an dengan tujuan politik. Mereka menyampaikan, dalam ayat-ayat Al-Qur'an, suatu kumpulan kutipan Mein Kampf sehingga Kaum Muslim akan percaya bahwa Adolf Hitler adalah utusan Allah dan bahwa bukunya mendapat inspirasi dari ilahi."[5]
Selain ''L'Orient'', beberapa surat kabar di Eropa - terutama wilayah [[Blok Sekutu - juga melaporkan hal serupa. Kementerian Luar Negeri Jerman kemudian berusaha mengklarifikasi berita dari Blok Sekutu dengan menyebarkan sendiri terjemahan Mein Kampf berbahasa Arab dari Afrika Utara hingga Semenanjung Arab, tetapi teksnya tidak lengkap. Sampai berakhirnya Perang Dunia II eksemplar Mein Kampf berbahasa Arab yang asli tidak pernah utuh.[6]
Menjaga Timur Tengah
meskipun Von Hentig pernah berusaha mengajak Afghanistan untuk berperang melawan Inggris di India pada Perang Dunia I dengan alasan jihad, tetapi Von Hentig tak pernah ingin Perang Dunia II meluas ke Timur Tengah dan Asia Selatan, dan juga meskipun dikenal sebagai anggota Partai Nazi yang dekat dengan Kaum Muslim di banyak negara, Von Hentig tidak mau mengobarkan jihad perang kepada Kaum Muslim di daerah pendudukan negara Blok Sekutu, seperti Inggris, Prancis, dan Uni Soviet - tidak seperti Kekaisaran Jepang yang mengajak Kaum Muslim Indonesia untuk berjihad melawan Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat. Hal ini berdampak cukup signifikan, karena selama Perang Dunia II, wilayah Timur Tengah, terutama Semenanjung Arab dan Levant menjadi salah satu wilayah yang kondusif dan tidak terdampak dalam Perang Dunia II.[7]