We Are Our Mountains (Armenian: Մենք ենք մեր լեռները, romanized:Menk' enk' mer leṙnerəcode: hy is deprecated ; Azerbaijan: Biz və bizim dağlarcode: az is deprecated ) adalah sebuah monumen di utara Stepanakert, kawasan Nagorno-Karabakh, Azerbaijan. Pahatan tersebut, yang dirampungkan pada 1967 oleh Sargis Baghdasaryan, banyak dianggap sebagai lambang warisan orang Armenia di Nagorno-Karabakh, dengan beberapa orang menganggapnya menjadi lambang identitas Armenia secara keseluruhan.
Monumen tersebut terbuat dari bebatuan vulkanik dan menggambarkan pria dan wanita tua yang terbuat dari batu, yang mewakili orang pegununganKarabakh. Monumen tersebut lebih dikenal sebagai "Tatik-Papik" (տատիկ-պապիկ) dalam bahasa Armenia dan "Dedo-Babo" (Դեդո-Բաբո) dalam dialek Karabakh, yang diterjemahkan menjadi "Nenek dan Kakek". Pahatan tersebut ditonjolkan dalam lambang Artsakh.[1]
Pada 29 September 2023, para perwira Azerbaijan menempatkan bendera Azerbaijan di atass monumen tersebut, pada hari yang sama ketika Azerbaijan mengambil alih Stepanakert,[2] setelah serangan militer Azerbaijan di Nagorno-Karabakh dilakukan sepuluh hari sebelumnya dan kemudian pelarian penduduk Armenia.[3] Perhatian timbul bahwa Azerbaijan dapat menghancurkan monumen tersebut.[4][5][6] Sebagai gantinya, pemerintahan Azerbaijan akan menyesuaikan monumen tersebut, mengklaim bahwa "monumen tersebut dibangun di kota Khankendi di Azerbaijan pada 1967 dan bahwa monumen tersebut adalah salah satu dari banyak contoh toleransi multibudaya dan monumen keagamaan nasional di Azerbaijan", sesambil juga mengklaim bahwa monumen tersebut "di-Armenianisasi" dan bahwa monumen tersebut selalu menjadi simbol Azeri.[7]
Pada November 2024, foto dan video yang diunggah ke Telegram, sebuah situs media sosial, membongkar vandalisme di depan dan belakang monumen. Beberapa kerusakan berupa komentar yang menyudutkan orang Armenia dan Armenia. Kawasan di sektiar situs tersebut juga dirusak. Pemerintah Azerbaijan dianggap menghancurkan monumen tersebut.[8]
Pada Kontes Lagu Eurovision 2009, We Are Our Mountains dicantumkan, selain simbol lokal lainnya, dalam "kartu pos" pengenalan yang mendahului Armenia. İctimai Television (İTV) mengeluh kepada European Broadcasting Union (EBU) soal pemakaian monumen tersebut dalam intro Armenia, karena wilayah Nagorno-Karabakh merupakan bagian de jure dari Azerbaijan.[9] Menanggapi keluhan tersebut, gambar tersebut dicabut dari video tersebut pada babak akhir. Menanggapi hal tersebut, Perusahaan Televisi Publik Armenia (AMPTV) menampilkan gambar-gambar monumen tersebut pada layar video di latar belakang, dan di belakang papa klip yang dipegang oleh jurubicaranya Sirusho saat mempersembahkan suara Armenia pada babak akhir.[10]