Kawasan yang kemudian menjadi Stepanakert awalnya merupakan sebuah permukiman Armenia bernama Vararakn.[5] Selama era Uni Soviet, kota ini berfungsi sebagai ibu kota Oblast Otonom Nagorno-Karabakh di dalam Republik Sosialis Soviet Azerbaijan, menjadi pusat ekonomi dan aktivitas industrial.[1] Kota ini sebagian besar penduduknya adalah etnis Armenia, dengan kehadiran minoritas etnis Azerbaijan. Kota ini menjadi sarang aktivitas politik, berfungsi sebagai pusat demonstrasi etnis Armenia yang menginginkan unifikasi Nagorno-Karabakh dengan Armenia. Stepanakert mengalami kerusakan yang luas mengikuti pembubaran Uni Soviet dan pecahnya Perang Nagorno-Karabakh Pertama dan dikuasai oleh penduduk Armenia setempat dengan berdirinya Republik Artsakh pada tahun 1994. Kota ini merupakan ibu Republik Artsakh selama eksistensinya dari 1994 hingga 2023.
Sebelum diambil alih oleh Azerbaijan, kota ini merupakan pusat pendidikan dan budaya wilayah tersebut, rumah bagi Universitas Artsakh, sekolah musik, dan istana budaya. Ekonominya berbasis pada industri layanan dan memiliki beragam perusahaan, pengolahan makanan, pembuatan anggur, dan tenun sutra menjadi yang paling penting.[4]