Puncak pohon Wattieza, yang ditemukan pada 2005, menyatu dengan batang dan akarnya. Oleh karena ini, Wattieza digolongkan sebagai Eospermatopteris, meski wujud keseluruhan Wattieza masih belum diketahui secara jelas.
Wattieza memiliki daun yang mirip seperti daun di pohon palem,[3] serta bereproduksi dengan spora.
↑Meyer-Berthaud B. &
Decombeix A.L. 2007. "Palaeobotany: A tree without leaves". Nature. 446 (7138): 861–862. doi:10.1038/446861a. PMID17443169.Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)