Menyusul perebutan kekuasaan yang mengakibatkan pembunuhan ayahnya, Long Sulaiman, pada tahun 1756, Long Yunus melarikan diri ke Kesultanan Terengganu yang bertetangga, menempatkan dirinya di bawah perlindungan penguasanya yang kuat, Mansur Shah I. Pada tahun 1763, Sultan Mansur melancarkan serangan pertama dari serangkaian serangan terhadap Kelantan, dan berhasil membawa anak didiknya, Long Yunus, ke takhta Kelantan 11 tahun kemudian. Hingga akhir abad ke-18, Kelantan tetap berada di bawah pertuanan (overlordship) Terengganu. Meskipun demikian, Long Yunus dianggap sebagai pendiri negara bagian Kelantan modern, karena ia berjasa dalam mempersatukan negara bagian tersebut dan berhasil membawa seluruh kepala suku yang bertikai ke bawah kendalinya.[1]
Peran
Beberapa anggota keluarga diraja juga merupakan anggota dari Majelis Perwalian Raja (Melayu: Majlis Perajaan Negericode: ms is deprecated ) atau Majelis Penasihat Raja (Melayu: Majlis Penasihat Rajacode: ms is deprecated ). Peran Majelis Perwalian Raja adalah untuk mengonfirmasi kenaikan takhta, sementara peran Majelis Penasihat Raja adalah untuk membantu Sultan dalam menjalankan tugas negara dengan bertindak sebagai badan penasihat bagi Sultan. Beberapa anggota diangkat sebagai Kerabat D’Raja Bergelar, yang bertanggung jawab atas setiap kegiatan atau urusan yang melibatkan pihak istana.[2][3]
Gelar dan sapaan
Gelar lengkap Sultan Kelantan adalah Sultan dan Yang di-Pertuan bagi Negeri Kelantan Darul Naim serta Jajahan Takluknya, atau dalam bahasa Inggris, The Sultan and Sovereign Ruler of Kelantan Abode of Bliss and its Dependencies.[4]
Gelar Raja Perempuan Kelantan dapat diberikan kepada pasangan Sultan, dengan syarat ia berasal dari keturunan bangsawan (diraja). Sebagai gantinya, gelar Sultanah Kelantan dapat diberikan kepada pasangan yang bukan berasal dari keturunan bangsawan. Nama takhta permaisuri Sultan adalah gelar tersebut, diikuti dengan nama aslinya. Contohnya: Sultanah Nur Diana Petra Abdullah.[5]
Pewaris takhta dianugerahi gelar Tengku Mahkota Kelantan atau dalam bahasa Inggris, the Crown Prince of Kelantan. Istrinya akan menerima gelar Tengku Ampuan Mahkota Kelantan jika ia berasal dari keturunan bangsawan. Gelar Che Puan Mahkota Kelantan dapat diberikan kepada istri yang bukan berasal dari keturunan bangsawan.[6]
Anggota keluarga yang diberikan gelar disebut sebagai Kerabat Diraja Bergelar. Pasangan dari Kerabat Diraja Bergelar akan menyandang gelar yang melengkapi gelar suaminya. Contohnya, istri dari Tengku Temenggong Kelantan bergelar Tengku Puan Temenggong Kelantan jika ia berasal dari keturunan bangsawan. Gelar Che Puan Temenggong Kelantan dapat diberikan kepada istri yang bukan berasal dari keturunan bangsawan.[8]
Tengku Mohamad Rizam bin Tengku Abdul Aziz, Tengku Temenggong Kelantan (l. 1961) dan Tunku Noor Hayati binti Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, Tengku Puan Temenggong Kelantan (l. 1967) (Sepupu laki-laki dan sepupu ipar Sultan)[16]
Tengku Nur Qistina Petri (l. 1992) (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Abdul Rahman Petra (l. 1994) dan Cik Miera Leydia binti Dato' Sri Kasmi (Sepupu dua kali dan sepupu ipar dua kali Sultan)
Tengku Yahya Aziz Petra (l. 1998) dan Cik Zayana binti Zaikariah (Sepupu dua kali dan sepupu ipar dua kali Sultan)[17]
Tengku Ramizan binti Tengku Abdul Aziz (l. 1963) dan Ahmad Barhanudin bin Mohamed (Sepupu perempuan dan sepupu ipar laki-laki Sultan)
Tengku Mohamed Rizal bin Tengku Abdul Aziz (l. 1965) dan Julia binti Hashim (Sepupu laki-laki dan sepupu ipar perempuan Sultan)
Tengku Mohamad Ridzman bin Tengku Abdul Aziz (l. 1967) (Sepupu laki-laki Sultan)
Tengku Rozan binti Almarhum Sultan Yahya Petra (l. 1942) dan Saharudin bin Samsudin (l. 1950) (Bibi dan paman ipar Sultan)
Tengku Rozanna Petri binti Tengku Mohamed Nasrun (l. 1970) dan Azahar bin Mohd Shariff (Sepupu perempuan dan sepupu ipar laki-laki Sultan)
Tengku Rozlynda Petri binti Tengku Mohamed Nasrun (l. 1973) dan Rizal lL-Ehzan bin Fadil Azim (Sepupu perempuan dan sepupu ipar laki-laki Sultan)
Tengku Salwani binti Almarhum Sultan Yahya Petra (l. 1944) (Bibi Sultan)
Raja Amir Saifuddin Shah bin Raja Aman Shah (l. 1968) (Sepupu laki-laki Sultan)
Tengku Rohani binti Almarhum Sultan Yahya Petra (1947-2021) (Bibi Sultan)
(Keturunan dari Sultan Yahya Petra (1917–1979) dan Tengku Alexandria binti Tengku Yusof):
Tengku Mohamed ibni Almarhum Sultan Yahya Petra (1967–2025) (Paman Sultan)
Tengku Maziah binti Almarhum Sultan Yahya Petra dan Azman bin Ismail (Bibi dan paman ipar Sultan)
Tengku Zubaidah binti Almarhum Sultan Yahya Petra dan Nordin bin Talib (Bibi dan paman ipar Sultan)
(Keturunan dari Sultan Ibrahim (1897–1960) dan Raja Perempuan Zainab I (1897-1985)):
Tengku Petra ibni Almarhum Sultan Ibrahim (Kakek paman Sultan)
Tengku Indra Petra ibni Almarhum Sultan Ibrahim (1916–1983) dan Zainab binti Ali (Kakek paman dan nenek paman ipar Sultan)
Tengku Elani binti Tengku Indra Petra (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Ibrahim Petra bin Tengku Indra Petra (l. 1955) dan Nariza Hajjar Hashim (l. 1961) (Sepupu dua kali dan sepupu ipar dua kali Sultan)
Tengku Ishan Petra bin Tengku Indra Petra (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Imran Petra bin Tengku Indra Petra (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Idris Petra bin Tengku Indra Petra (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Ikram Petra bin Tengku Indra Petra (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Thuraya binti Almarhum Sultan Ibrahim (1928–2021) dan Tengku Azman Shah Al-Haj ibni Almarhum Sultan Hisamuddin Alam Shah Al-Haj (1931–2014) (Nenek bibi dan kakek paman ipar Sultan)
Tengku Putra bin Tengku Azman Shah, Tengku Indera Pahlawan Diraja Selangor dan Pengiran Hajah Zaliha dari Brunei (Sepupu dua kali dan sepupu ipar dua kali Sultan)
Tengku Saidatul Rehan (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Saifan Rafhan, Tengku Maha Kurnia Bijaya Diraja Selangor (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Ainul Nur Syuhada (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Nazri bin Tengku Azman Shah (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Puteri Insani binti Tengku Azman Shah (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Shamsulbhari bin Tengku Azman Shah dan Tengku Zubaidah binti Tengku Mohammad (Sepupu dua kali dan sepupu ipar dua kali Sultan)
Tengku Hishamuddin Zaizi bin Tengku Azman Shah dan Che Puan Hezeita binti Muhammad Hafidz (Sepupu dua kali dan sepupu ipar dua kali Sultan)
Tengku Puteri Saidatul Aini binti Tengku Azman Shah (Sepupu dua kali Sultan)
(Keturunan dari Sultan Ibrahim (1897–1960) dan Tengku Yah):
Tengku Mariam binti Almarhum Sultan Ibrahim (Nenek bibi Sultan)
Tengku Petri binti Almarhum Sultan Ibrahim (Nenek bibi Sultan)
(Keturunan dari Sultan Ibrahim (1897–1960) dan Cik Puan Besar Embong):
Tengku Wok binti Almarhum Sultan Ibrahim (Nenek bibi Sultan)
Tengku Nurulaini binti Almarhum Sultan Ibrahim (Nenek bibi Sultan)
Tengku Zainal Mulok ibni Almarhum Sultan Ibrahim (Kakek paman Sultan)
Tengku Hanasiah binti Tengku Zainal Mulok (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Roziah binti Tengku Zainal Mulok (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Naziah binti Tengku Zainal Mulok (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Adida binti Tengku Zainal Mulok (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Elida binti Tengku Zainal Mulok (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Iskandar Shah ibni Almarhum Sultan Ibrahim (Kakek paman Sultan)
Tengku Mastura binti Almarhum Sultan Ibrahim (Nenek bibi Sultan)
(Keturunan dari Sultan Ibrahim (1897–1960) dan Cik Siti):
Tengku Feissal ibni Almarhum Sultan Ibrahim dan Nik Sharifah binti Haji Nik Jaafar (Kakek paman dan nenek paman ipar Sultan)
Tengku Mohamed Faziharudean bin Tengku Feissal, Tengku Kaya Perkasa (l. 1966) (Sepupu dua kali Sultan)[18]
Tengku Ibrahim Farihaddin bin Tengku Feissal (l. 1975) (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Ismail Fadhil bin Tengku Feissal (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Ainura binti Tengku Feissal (l. 1973) (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Farini Amalina binti Tengku Feissal (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Farah Aliza binti Tengku Feissal (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Faireen Sadira binti Tengku Feissal (Sepupu dua kali Sultan)
Tengku Faridah binti Almarhum Sultan Ibrahim (l. 1939) dan Khairi bin Mohamad (l. 1940) (Nenek bibi dan kakek paman ipar Sultan)
Tengku Ahmad Farizanudean bin Tengku Ibrahim (l. 1962) dan Norasni binti Ayob (l. 1962) (Sepupu dua kali dan sepupu ipar dua kali Sultan)
Tengku Ahmad Farhan Putra bin Tengku Ahmad Farizanudean (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Farisa binti Tengku Ahmad Farizanudean (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Rashida binti Almarhum Sultan Ibrahim (Nenek bibi Sultan)
Tengku Badrol Alam ibni Almarhum Sultan Ibrahim (Kakek paman Sultan)
Tengku Anis binti Almarhum Sultan Ibrahim (Nenek bibi Sultan)
(Keturunan dari Sultan Ibrahim (1897–1960) dan Cik Safiah):
Tengku Abdul Halim ibni Almarhum Sultan Ibrahim, Tengku Laksamana Kelantan (l. 1943) dan Sharifah Azwan binti Almarhum Tuanku Syed Putra Jamalullail, Tengku Puan Laksamana Kelantan (l. 1947) (Kakek paman dan nenek paman ipar Sultan)[19]
Tengku Ariez Hazaril (l. 1971) dan Tunku Dayang Adelene Bahjah binti Tan Sri Abang Abu Bakar (l. 1975) (Sepupu dua kali dan sepupu ipar dua kali Sultan)
Tengku Adrei bin Tengku Ariez Hazaril
Tengku Dayang Adeira binti Tengku Ariez Hazaril
Tengku Adyl Hazraque dan Cik Shirena binti Hamzah (Sepupu dua kali dan sepupu ipar dua kali Sultan)
Tengku Aressa Helanie dan Syed Budriz Putra bin Syed Amir Abidin Jamalullail, Engku Maharaja Lela Setia Paduka Selangor (l. 1972) (Sepupu dua kali dan sepupu ipar dua kali Sultan)
Syed Aqil Harryth Jamalullail (Sepupu tiga kali Sultan)
Sharifah Allyssa Hanis (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Faridah Hanim binti Almarhum Sultan Ibrahim (Nenek bibi Sultan)
Tengku Fatihah binti Almarhum Sultan Ibrahim (Nenek bibi Sultan)
Tengku Rostam ibni Almarhum Sultan Ibrahim (Kakek paman Sultan)
Tengku Shibli Shah ibni Almarhum Sultan Ibrahim (Kakek paman Sultan)
(Keturunan dari Sultan Ibrahim (1897–1960) dan Cik Habibah):
Tengku Nizam ibni Almarhum Sultan Ibrahim (Kakek paman Sultan)
Tengku Aman Shah ibni Almarhum Sultan Ibrahim (Kakek paman Sultan)
Tengku Shahariman ibni Almarhum Sultan Ibrahim (Kakek paman Sultan)
(Keturunan Sultan Ismail (1880–1944)):
Tengku Petri Kisman Ja’ajan binti Almarhum Sultan Ismail dan Tengku Ahmad Alham Shah ibni Almarhum Sultan Alaudin Sulaiman Shah (Nenek bibi dan kakek paman ipar Sultan)
(Keturunan Sultan Muhammad IV (1870–1920)):
Tengku Yusoff ibni Almarhum Sultan Muhammad IV (Buyut paman Sultan)
Tengku Mahmood ibni Almarhum Sultan Muhammad IV dan Mahani binti Abdullah Sabit (Buyut paman dan buyut paman ipar Sultan)
Tengku Mustapha bin Tengku Mahmood (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Mahisham bin Tengku Mustapha dan Izzuny binti Abdul Ghani (Sepupu empat kali dan sepupu ipar empat kali Sultan)
Tengku Mariena binti Tengku Mustapha (Sepupu empat kali Sultan)
Tengku Marinie binti Tengku Mustapha (Sepupu empat kali Sultan)
Tengku Alias bin Tengku Mahmood dan Rokiah binti Yusuf (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Harun Al Rashid bin Tengku Alias (Sepupu empat kali Sultan)
Tengku Kamaruddin bin Tengku Alias dan Wan Rahayu binti Wan Jusoh (Sepupu empat kali dan sepupu ipar empat kali Sultan)
Tengku Badli Shah bin Tengku Alias dan Wan Rafida binti Wan Muhamad (Sepupu empat kali dan sepupu ipar empat kali Sultan)
Tengku Normila binti Tengku Alias dan Muhammad Ezazee bin Muhammad Embong (Sepupu empat kali dan sepupu ipar empat kali Sultan)
Tengku Normi Suriani binti Tengku Alias dan Muhammad Ihsan bin Muhammad Noordin (Sepupu empat kali dan sepupu ipar empat kali Sultan)
Tengku Noone Aziz bin Tengku Mahmood dan Tunku Puteri Munawirah binti Almarhum Tuanku Munawir (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Mu'adzam Sadruddin bin Tengku Noone Aziz dan Anizah binti Baharuddin (Sepupu empat kali dan sepupu ipar empat kali Sultan)
Tengku Munawir Islahuddin bin Tengku Noone Aziz dan Suzie Yanti binti Muhammad Lagis (Sepupu empat kali dan sepupu ipar empat kali Sultan)
Tengku Mu’amir Izzuddin bin Tengku Noone Aziz dan Athiya binti Hamid (Sepupu empat kali dan sepupu ipar empat kali Sultan)
Tengku Zainal Rashid bin Tengku Mahmood dan Zanariah binti Abdullah (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Zain Rashidean bin Tengku Zainal Rashid (Sepupu empat kali Sultan)
Tengku Zurina binti Tengku Zainal Rashid dan Mohammad Nageb bin Abdul Majid (Sepupu empat kali dan sepupu ipar empat kali Sultan)
Tengku Zainal Adlin bin Tengku Mahamood (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Zainal Aldrin bin Tengku Zainal Adlin (Sepupu empat kali Sultan)
Tengku Putri Soraya binti Tengku Zainal Adlin dan Tunku Mahmud bin Tunku Yahya (Sepupu empat kali dan sepupu ipar empat kali Sultan)
Tengku Adlina Marita binti Tengku Zainal Adlin dan Anuar bin Ayub (Sepupu empat kali dan sepupu ipar empat kali Sultan)
Tengku Putri Marilyn binti Tengku Zainal Adlin (Sepupu empat kali Sultan)
Tengku Zahar bin Tengku Mahmood dan Aniza binti Abdullah (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Muhammad ibni Almarhum Sultan Muhammad IV dan Tuan Sharifa Zainab binti Sayyid Ahmad (Buyut paman dan buyut paman ipar Sultan)
Tengku Zainimah binti Tengku Muhammad dan Sayyid Noh bin Sayyid Omar (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Noor Mariam binti Tengku Muhammad dan Shukri bin Abdullah (Sepupu tiga kali Sultan)
Tengku Embong binti Almarhum Sultan Muhammad IV (Buyut bibi Sultan)
Tengku Kembang Petri binti Almarhum Sultan Muhammad IV dan Tengku Muhammad Petra bin Almarhum Tengku Petra Semerak Idris (Buyut bibi dan buyut paman Sultan)
Tengku Zubaidah binti Almarhum Sultan Muhammad IV (Buyut bibi Sultan)
Tengku Zainab binti Almarhum Sultan Muhammad IV (Buyut bibi Sultan)
(Keturunan Tengku Abdul Hamid bin Tengku Muda Sulong Abdul Putra dan Tengku Azizah binti Tengku Mohd Hamzah):
Tengku Iskandar bin Tengku Abdul Hamid (Paman Sultan)
Tengku Mahmood bin Tengku Abdul Hamid (Paman Sultan)
Tengku Anisah binti Tengku Abdul Hamid, Tengku Keso’ma Mastika (l. 1950) dan Mohamed bin Haji Hussein (l. 1950) (Bibi dan paman ipar Sultan)[14]
Tengku Abdul Rahman bin Tengku Abdul Hamid (l. 1952) dan Chesaya Yike (Paman dan bibi ipar Sultan)
Tengku Aizan binti Tengku Abdul Hamid (l. 1958) dan Mohamed bin Mohd Salleh (Bibi dan paman ipar Sultan)
Tengku Aniza binti Tengku Abdul Hamid (l. 1960) (Bibi Sultan)