Tengku Muhammad Fa-iz Petra ibni Almarhum Sultan Ismail Petra (Jawi: تڠکو محمد فائز ڤيترا ابن المرحوم سلطان إسماعيل ڤيتراcode: ms is deprecated ; lahir 20 Januari 1974) adalah anggota Keluarga Diraja Kelantan yang menjabat sebagai Tengku Mahkota (Putra Mahkota) Kelantan dari 18 Oktober 2010 hingga 4 Januari 2024.[1]
Tengku Fa-iz lahir di Kota Bharu, Kelantan pada 20 Januari 1974. Ia dianugerahi gelar Tengku Bendahara Kelantan pada 30 Maret 1989. Ia juga menjabat sebagai Yang Dipertua Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan (MAIK) dari 21 Juni 2009 hingga 18 Maret 2019.[2]
Disertasi PhD-nya membahas tentang transisi antara masa antikuitas akhir dan periode awal abad pertengahan di utara Etruria (400-900 M).[3]
Tengku Fa-iz diangkat ke posisi Tengku Mahkota atau pewaris takhta Kelantan setelah pertimbangan Majelis Perwalian Raja Kelantan yang diketuai oleh Tengku Laksamana Kelantan Tengku Abdul Halim Ibni Almarhum Sultan Ibrahim. Upacara penyerahan surat pengangkatan sebagai Tengku Mahkota Kelantan diadakan di Istana Negeri di Kubang Kerian pada 18 Oktober 2010.[4] Menurut Konstitusi Negara Bagian Kelantan, Tengku Mahkota dapat menjadi penguasa atau pemangku raja ketika Sultan berada di luar negeri untuk jangka waktu lebih dari 30 hari atau tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai penguasa dalam jangka waktu yang sama.
Ia dianugerahi pangkat Laksamana Pertama (Kehormatan) Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (TLDM) pada 5 April 2013.
Pada 8 Desember 2016, Tengku Fa-iz diangkat sebagai Pemangku Raja Kelantan, menyusul penunjukan kakak sulungnya, Sultan Muhammad V sebagai Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke-15 pada 13 Desember 2016.[5]
Pada 19 April 2019, Tengku Fa-iz menikah dengan seorang warga negara Swedia, Che Puan Sofie Louise Johansson Petra, di Istana Balai Besar di Kota Bharu. Mereka bertemu di London saat Tengku Fa-iz menjadi mahasiswa, sementara Johansson juga sedang belajar dan bekerja di sana. Sebagai hadiah pernikahan, pasangan kerajaan tersebut mengharapkan sumbangan kepada organisasi bantuan di Kelantan. Upacara akad nikah dilaksanakan oleh Dato’ Aria D’Raja yang juga merupakan Ketua Hakim Pengadilan Syariah Kelantan, Dato' Daud Mohamad, serta disaksikan oleh Tengku Laksamana Kelantan Tengku Abdul Halim dan Anggota Parlemen Gua Musang Tengku Razaleigh Hamzah.[8]
Anak pertama pasangan ini adalah seorang putra, Tengku Muhammad Johan Petra, yang lahir pada 17 Juli 2023.[9][10]
Anak
Nama
Lahir
Tempat lahir
Usia
Yang Mulia Tengku Muhammad Johan Petra Bin Tengku Muhammad Fa-iz Petra
(2023-07-17)17 Juli 2023
Hospital Universiti Sains Malaysia (HUSM), Kubang Kerian, Kota Bharu, Kelantan