Waffen-SS adalah bagian bersenjata dari Schutzstaffel, anggotanya diambil dari barisan Pengawal Hitler yang paling ditakuti di seluruh Eropa, yaitu Schutzstaffel (Pasukan Pengawal) atau biasa di singkat SS. Pada mulanya, Para anggotanya terdiri atas para pemuda pilihan yang memiliki fisik kuat dan telah teruji kemurnian darah dagingnya oleh ras yang menurut Nazi paling sempurna di seluruh dunia yaitu Ras Aryan.
Ketiganya, beserta sebuah unit kepolisian yang dimiliterisasikan, digabungkan di bawah naungan Waffen-SS pada akhir bulan Desember1940
Selama Perang Dunia II, kekuatan Waffen-SS membengkak menjadi 38 divisi. Akan tetapi, tidak semuanya beranggotakan orang Jerman. Ketika jumlah korban semakin meningkat, Waffen-SS menerima para sukarelawan asing untuk bertempur di bawah panjinya. Dimulai dari orang-orang Eropa Barat yang dianggap berkerabat dengan orang Jerman (Skandinavia, Belgia, Prancis, dan Belanda), barisan bersenjata SS ini kemudian dipenuhi oleh para Non-Jermanik, yang disebut orang Arya Kehormatan. Kemudian mengalirlah sukarelawan Ukraina, Rusia, Cossack, Baltik (seperti Estonia), kaum MuslimBalkan, serta India.
Di medan perang, Waffen-SS, terutama divisi-divisi Panzer-nya, sangat disegani oleh lawan maupun kawan. Akan tetapi, kebanyakan unit lainnya, terutama yang berasal dari sukarelawan Balkan dan Uni Soviet kebanyakan tidak tepercaya.
Setelah perang, unit ini dihukum oleh Pengadilan Nuremberg sebagai sebuah organisasi kriminal. Hal ini bukan hanya dikarenakan keterkaitannya dengan kamp-kamp konsentrasi dan unit-unit pembunuh mobil SS tetapi juga karena tindakan kekejaman terhadap penduduk sipil maupun tawanan perang yang dilakukan sejumlah unit tempurnya.
↑"SS". Encyclopædia Britannica. Retrieved October 1, 2025. "[...] The Waffen-SS was made up of three subgroups: the Leibstandarte, Hitler’s personal bodyguard; the Totenkopfverbände (Death’s-Head Battalions), which administered the concentration camps and a vast empire of slave labor drawn from the Jews and the populations of the occupied territories; and the Verfügungstruppen (Disposition Troops), which swelled to 39 divisions in World War II and which, serving as elite combat troops alongside the regular army, gained a reputation as fanatical fighters. [...]"
M. Bankowicz, Leftism and socialism in the doctrine of national socialism, "Studia nad Faszyzmem i Zbrodniami Hitlerowskimi", 33, 2011, p. 341. Quote: "National socialism, like fascism, was and invariably is treated by the mainstream of world historiography as a phenomenon situated on the extreme right, both in the ideological and purely political sense."
Eatwell, Roger (1997). Fascism: a history. New York: Penguin Books. hlm.xvii–xxiv, 21, 26–31, 114–40, 352. ISBN0-14-025700-4. OCLC37930848.
Spielvogel, Jackson J. (2010) [1996] Hitler and Nazi Germany: A History New York: Routledge. p. 1 ISBN978-0131924697 Quote: "Nazism was only one, although the most important, of a number of similar-looking fascist movements in Europe between World War I and World War II."
Peukert, Detlev, The Weimar Republic. Macmillan, 1993. ISBN 978-0809015566, pp. 73–74.
Oliver H. Woshinsky. Explaining Politics: Culture, Institutions, and Political Behavior. Oxon; New York: Routledge, 2008, p. 156.
↑Sawicki, Tadeusz (2010). Rozkaz zdławić powstanie. Niemcy i ich sojusznicy w walce z powstaniem warszawskim ["The Order to Crush the Uprising: Germans and Their Allies in the Fight Against the Warsaw Uprising"] (in Polish). Warsaw: Bellona. pp. 25–26. ISBN978-83-11-11892-8.