Dalam termodinamika, volume spesifik dari suatu zat merupakan rasio volume zat terhadap massanya. Volume spesifik adalah kebalikan dari kerapatan dan juga merupakan sifat intrinsik dari suatu materi. Volume spesifik didefinisikan sebagai jumlah meter kubik yang ditempati oleh satu kilogram zat tertentu. Unit standar volume spesifik adalah meter kubik per kilogram .[1]
Volume spesifik untuk gas ideal juga sama dengan konstanta gas (R) dikalikan dengan suhu dan kemudian dibagi dengan tekanan dikalikan dengan massa molar gas ideal tersebut.[2]
Karena dan
Biasanya, volume spesifik suatu zat dinyatakan dalam istilah seperti , , , atau .[3]
Tabel volume spesifik yang umum
Tabel di bawah ini menampilkan kerapatan dan volume spesifik untuk berbagai zat umum yang mungkin berguna. Nilai-nilai berikut dicatat pada suhu dan tekanan standar, yang didefinisikan sebagai udara pada suhu 0°C (273.15 K, 32°F) dan tekanan 1 atm (101.325kN/m2, 101.325 kPa, 14.7 psia, 0 psig, 30 in Hg, 760 torr).[4]
Nama zat
Kerapatan
Volume spesifik
(kg/m3)
(m3/kg)
Udara
1.225
0.78
Es
916.7
0.00109
Air
1000
0.00100
Air garam
1030
0.00097
Raksa
13546
0.00007
R-22*
3.66
0.273
Amonia
0.769
1.30
Karbon dioksida
1.977
0.506
Klorin
2.994
0.334
Hidrogen
0.0899
11.12
Metana
0.717
1.39
Nitrogen
1.25
0.799
Uap*
0.804
1.24
* nilai tidak diambil pada suhu dan tekanan standar
Contoh penerapan
Jika seseorang menetapkan untuk menentukan volume spesifik gas ideal, seperti uap yang dipanaskan dengan sangat kuat, dapat menggunakan persamaan
dengan tekanan sebesar 2500lbf/in2, R adalah 0.596, suhunya adalah 1960 Rankine. Sehingga, volume spesifik akan sama dengan 0.4672 in3/lb. Namun, jika suhu diubah menjadi 1160 Rankine, volume spesifik uap yang dipanaskan akan berubah menjadi 0.2765 in3/lb, yang merupakan mengalami perubahan keseluruhan sebesar 59%.[5]
Referensi
↑Silverthorn, Dee (2016). Human Physiology: An Integrated Approach. Pearson.ISBN978-0-321-55980-7.
↑Walker, Jear (2010) Fundamentals of Physics, 9th Ed. Halliday. ISBN978-0470469088.