Victoria Veronica Titisari Kosasieputri (lahir 7 Februari 2000) yang dikenal sebagai Victoria Kosasie adalah seorang seniman, model, pemegang gelar ratu kontes kecantikan Indonesia yang dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2026. Ia akan mewakili Indonesia pada kontes Miss International 2026 yang akan digelar di Jepang.
Latar belakang dan pendidikan
Victoria Veronica Titisari Kosasieputri lahir pada 7 Februari 2000 di Jakarta, Indonesia. Ia merupakan putri kedua dari pasangan Alexander Kecil Kosasie, seorang pengusaha keturunan Tionghoa asal Bali, dan Ratih Soe Kosasie,[1] penari tango dan mantan peragawati yang berasal dari Malang, Jawa Timur.[2] Victoria memiliki seorang saudari bernama Alexandra "Anda" Kosasie. Pada tahun 2002, keluarga Kosasie berpindah dari Jakarta Selatan ke Badung, Bali untuk mengembangkan usaha keluarga.[3]
Sejak masa kanak-kanak, Victoria menunjukkan ketertarikan di bidang seni, khususnya musik. Ia mempelajari berbagai instrumen, termasuk piano dan gitar, serta aktif dalam kegiatan bernyanyi. Seiring pertumbuhan dan pengaruh lingkungan budaya di Bali, ia mulai mengeksplorasi seni pertunjukankontemporer pada masa remajanya.[4][5]
Pada tahun 2026, Victoria memutuskan untuk memasuki dunia kontes kecantikan dengan mengikuti proses seleksi ajang Puteri Indonesia 2026. Pada 24 Februari 2026, ia mengikuti audisi tahap ketiga secara daring dari London dan berhasil terpilih sebagai Puteri Indonesia Bali 2026, sehingga berhak mewakili Provinsi Bali dalam ajang tingkat nasional.[10] Menyusul keberhasilannya tersebut, Victoria mengundurkan diri dari pekerjaannya di London dan kembali ke Indonesia guna mempersiapkan diri secara penuh untuk mengikuti ajang tersebut.[11][12]
Puteri Indonesia 2026
Usai terpilih sebagai Puteri Indonesia Bali 2026, Victoria mewakili Bali dalam ajang kontes kecantikan bertaraf nasional yang digelar di Plenary Hall, JakartaInternational Convention Center, Jakarta Pusat, pada 24 April 2026. Sejak pra-kontes, ia berhasil meraih penghargaan khusus sebagai Catwalk Terbaik,[13] Bakat Terbaik,[14] Video Profil Terbaik,[15] dan Gaun Malam Terbaik III.[16]
Pada malam final, Victoria berhasil masuk jajaran 16 besar semifinalis dan melaju ke babak 6 besar. Pada sesi tanya jawab, ia mendapat pertanyaan dari Widiyanti Putri Wardhana selaku Menteri Pariwisata Indonesia mengenai apakah kecerdasan buatan (AI) di sektor pariwisata lebih mendorong kolaborasi atau justru memperketat rivalitas antarnegara. Victoria menjawab:
"AI adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, AI dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas melalui peningkatan efisiensi dalam saluran komunikasi di sektor pariwisata. Namun di sisi lain, ada sisi gelap AI yang perlu kita sadari, yaitu konsumsi energinya yang sangat besar dan dampak buruknya terhadap lingkungan — padahal lingkungan itu sendiri adalah alasan mengapa pariwisata ada. Oleh karena itu, kita perlu mampu menyeimbangkan keduanya demi keberlangsungan ke depan."
Victoria menginisiasi advokasi pelestarian seni melalui inisiatif "KemBALIkeSENI".[6][12] Inisiatif ini lahir dari kepeduliannya terhadap nasib para seniman tradisional Bali yang kerap terlupakan di balik industri pariwisata. Program ini bertujuan menciptakan ruang kolaborasi yang mempertemukan seniman, galeri, institusi seni, dan generasi muda, melalui kegiatan seperti open studio, diskusi publik, dan kolaborasi lintas sektor. Secara substantif, program ini berfokus pada peningkatan visibilitas seniman Bali, penguatan nilai ekonomi yang adil bagi pelaku seni, serta pembangunan kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan budaya Bali bertumpu pada komunitas yang aktif menjaganya.[17][22]