True Buddha SchoolKuil utama aliran ini, Ling Shen Ching Tze Temple di Redmond.Altar utama di kuil utama
True Buddha School atau Aliran Buddha Sejati (Hanzi:真佛宗; Pinyin:Zhēn Fó Zōng; Pe̍h-ōe-jī:Chin-hu̍t-chong) adalah sebuah sekte Buddhisme Mahayana estoris yang didirikan pada tahun 1970-an. Meskipun berfokus terutama pada ajaran dan praktik buddhis, aliran ini juga memasukkan praktik serta dewa-dewa dari Taoisme. Kantor pusatnya berada di Redmond, Washington, Amerika Serikat, dan memiliki banyak pengikut di Taiwan serta Asia Timur.[1] Selain itu, terdapat banyak kuil dan cabang di berbagai belahan dunia.
Pada tahun 1975 Lu Sheng-yen mendirikan Aliran Para Abadi yang Mujarab (灵仙宗) di Taiwan, dan secara resmi mengubah namanya menjadi True Buddha School pada 1983.[2] Para pengikut Lu menyebutnya sebagai "Yang Mulia Buddha Hidup Lian Sheng."[3] Ajaran sekolah ini berpusat pada prinsip “menghormati guru, menghargai dharma, dan berlatih dengan tekun,” menempatkan Lu sebagai guru akar dalam garis silsilah yang ditelusuri hingga tokoh seperti Padmakumara.[4] Namun, hal ini menuai sorotan dan kontroversi karena dianggap menyimpang dari aliran buddhis tradisional.[5][6] Di Tiongkok, sekte ini dilaporkan termasuk dalam daftar organisasi keagamaan terlarang.[7]
Pendanaan True Buddha School sangat bergantung pada sumbangan, yang dilengkapi dengan pemasukan dari penerbitan buku-buku karya Lu. Dana tersebut disalurkan melalui Sheng-Yen Lu Foundation[8] dan Lotus Light Charity Society, yang memiliki cabang di Vancouver dan Singapura.
Ajaran
Ajaran True Buddha School mengikuti urutan tertentu dalam tahapan pembinaan spiritual. Tingkat pertama mencakup 100.000 sesi praktik luar dari empat latihan pendahuluan (dikenal sebagai Ngöndro dalam Buddhisme Tibet). Latihan pendahuluan ini meliputi yoga Vajrasattva, yaitu yoga pertobatan besar untuk membersihkan karma buruk. Setelah itu dilanjutkan dengan Yoga Guru dan Yoga Dewa pribadi.[2]
Tingkat kedua berisi praktik energi batin, mirip dengan yang ditemukan dalam Buddhisme Tibet, seperti Treasure Vase Energy Yoga,[9] kemudian dilanjutkan dengan praktik Inner Fire untuk membuka saluran pusat.[2]
Tingkat ketiga (disebut "Praktik Rahasia") adalah pembukaan lima cakra, serta praktik Heruka.[2]
Tingkat terakhir (disebut "Praktik Paling Rahasia") adalah Kesempurnaan Agung Dzogchen.[2]
Cabang
Sekolah ini memiliki cabang di Amerika Utara, Eropa, Asia, Australia, dan Amerika Latin. Kuil utamanya, Ling Shen Ching Tze Temple, terletak di Redmond, Washington, Amerika Serikat.
Sebagian besar pengikut sekolah ini berada di Asia, sementara di Amerika Utara, Australia, dan Eropa mayoritas muridnya adalah imigran Asia atau keturunan Asia.[1]
Kontroversi
Tuduhan Dinamika Mirip Kultus
Para pengkritik, termasuk komunitas buddhis daring, menggambarkan True Buddha School memiliki dinamika mirip kultus karena pemusatan penghormatan pada pendirinya, Lu Sheng-yen, yang dipandang sebagai "Buddha hidup" dan satu-satunya guru akar bagi para pengikut di seluruh dunia.[10] Ajaran sering kali disampaikan melalui visi yang diklaim Lu sendiri serta autobiografinya, The Anecdotes of a Guru, yang menempatkannya sebagai tokoh utama dalam garis keturunan ilahi.[11]
Tuduhan penyalahgunaan terkait pemujaan guru juga muncul dalam konteks hukum, terutama gugatan tahun 2000 di negara bagian Washington oleh seorang pengikut perempuan yang mengklaim Lu memaksanya berhubungan seksual berulang kali setelah ia meminta berkah untuk gangguan panik, dengan tindakan tersebut dipresentasikan sebagai “transmisi tantrik” yang penting untuk menyelamatkan hidupnya.[12][13] Pada tahun 2002, Lu juga dihadapkan pada gugatan hukum di Taiwan. Ia dituduh membuat pernyataan palsu mengenai kualifikasinya sebagai seorang guru spiritual. Para penggugat juga menuduhnya menyampaikan ajaran-ajaran Tibet yang tidak sesuai dengan kenyataan.[14]
Penyimpangan dari Buddhisme Ortodoks dan Validitas Klaim
True Buddha School menggabungkan unsur sinkretis dari Taoisme, agama rakyat Tiongkok, serta berbagai tradisi buddhis Mahayana. Praktik ini menyimpang dari penekanan Buddhisme ortodoks pada pelepasan keterikatan dan kepatuhan terhadap sila, dengan memperbolehkan konsumsi daging dan alkohol dalam ritual yang disertai doa, serta mendorong praktik yang berorientasi pada kemakmuran materi, seperti pemujaan terhadap dewa kekayaan Jambhala Kuning.[15] Hal ini berbeda dengan norma Mahayana dan Vajrayana tradisional, yang menekankan asketisme dan pelepasan keinginan duniawi, sebagaimana tercermin dalam Sutra Lankavatara yang menganjurkan vegetarianisme dan pelepasan dari kenikmatan indrawi. Ritual TBS memadukan mantra Tibet dengan teknik Taois seperti alkimia batin dan aktivasi jiwa, dengan menekankan intervensi supranatural.[15][16]
Penyimpangan utama terdapat pada "Empat Perlindungan" wajib TBS, yang menambahkan guru akar—Mahaguru Lu Sheng-Yen—ke dalam triratna tradisional Buddha, Dharma, dan Sangha. Hal ini menempatkan devosi pribadi kepada Lu sebagai syarat keselamatan, bertentangan dengan ajaran Buddhis untuk "bersandar pada Dharma, bukan pada pribadi," sebagaimana terdapat dalam Kalama Sutta.[16]
12Wai, Lun Tam. "True Buddha School". World Religions and Spirituality Project. Diarsipkan dari asli tanggal 2025-12-07.
Sumber
Ho, Jacqueline (2015-05-01). Insular Buddhist Communities and Attendance Patterns: The True Buddha School and the Calgary Pai Yuin Temple's Outreach to the Wider Community (PhD thesis). University of Calgary. doi:10.11575/PRISM/26564.
Yang, Fenggang (2018). Atlas of Religion in China: Social and Geographical Contexts. J. E. E. Pettit. Leiden: Brill. ISBN978-90-04-35885-0. OCLC1028838788.