Pohon ini umumnya dikenal sebagai cedar merah (nama yang juga digunakan untuk pohon lain), tone, toon atau toona (juga diterapkan pada anggota lain dari genus Toona), cedar merah Australia,[3] cedar Burma, cedar India, cedar Moulmein, atau cedar merah Queensland. Pohon ini juga dikenal sebagai mahoni India.[4] Sebutan oleh masyarakat adat Australia antara lain Polai di Illawarra, Woolia di Sungai Richmond, Mamin & Mugurpul dekat Brisbane, dan Woota di Teluk Wide.[5] Di Timor-Leste, dikenal juga sebagai Ai saria.[6]
Deskripsi
Pohon ini menghasilkan banyak bunga putih yang sangat kecil dan berbentuk tabung. Buahnya berupa kapsul hijau yang akan menguning menjadi cokelat saat matang dan pecah berbentuk bintang untuk melepaskan biji, yang berukuran kecil dan bersayap.[7]
Habitat
Di Australia, habitat alami pohon ini adalah hutan subtropis di New South Wales dan Queensland, yang sebagian besar telah banyak dibuka. Populasi Australia sebelumnya dianggap sebagai spesies terpisah dengan nama Toona australis.[8] Batas distribusi alami paling selatan berada di tanah basal, tumbuh di sebelah barat Princes Highway dekat desa Termeil, selatan Ulladulla, Illawarra selatan, New South Wales.[9] Pohon ini juga tumbuh secara alami di Pulau Norfolk.[10] Pohon T. ciliata terbesar yang tercatat di Australia tumbuh di dekat Sungai Nulla Nulla, sebelah barat Kempsey, New South Wales, dan ditebang pada 1883.[11]
Pohon ini tumbuh paling baik di lingkungan dengan tingkat cahaya tinggi, namun di bawah kanopi hutan hujan yang relatif gelap, pohon ini lebih tahan terhadap serangan ngengat pucuk cedar. Ngengat pucuk cedar meletakkan telurnya pada tunas utama pohon, sehingga larvanya dapat menggali ke dalam batang. Hal ini menyebabkan kematian ujung cabang dan menghasilkan pohon dengan banyak cabang tetapi memiliki nilai komersial yang rendah.[12]
Pemanfaatan
Kayu pohon ini berwarna merah, mudah dikerjakan, dan sangat bernilai. Kayu ini banyak digunakan untuk perabotan, panel kayu, dan konstruksi, termasuk pembuatan kapal, dan oleh pemukim Australia disebut sebagai “emas merah”.[13] Karena dieksploitasi secara besar-besaran dan tidak berkelanjutan pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, hampir semua pohon besar telah ditebang sehingga spesies ini pada dasarnya sudah punah secara komersial.[14] Ketersediaan kayu ini kini terbatas.[15] Kayu juga saat ini masih dipanen di Papua Nugini.[16]
↑Cedar & the Cedar Getters - James Jervis. Abridged from the J & Proc. of Roy. Austr. Hist. Soc. 25 (2), 1940. Historical Records of New South Wales, Vol.2, page 283. Forestry Commission of New South Wales