Titanoceratops (berarti "wajah-tanduk raksasa") adalah sebuah genus dinosaurusceratopsiachasmosaurinae kontroversial yang hidup pada periode Kapur Akhir (tahap Kampanium, sekitar 75 juta tahun lalu[1]) di wilayah yang sekarang menjadi New Mexico. Titanoceratops dinamai demikian karena ukurannya yang besar, menjadi salah satu jenis dinosaurus bertanduk terbesar yang diketahui. Nama spesies tipenya adalah T. ouranos, setelah Uranus (Ouranos), yaitu ayah dari titan Yunani. Spesies ini dinamai oleh Nicholas R. Longrich pada 2011 untuk sebuah spesimen yang sebelumnya diidentifikasi sebagai milik Pentaceratops. Longrich meyakini bahwa ciri-ciri khas yang ditemukan di tengkoraknya mengungkap bahwa Titanoceratops adalah kerabat dekat Triceratops, termasuk dalam subkelompok Triceratopsini. Namun, ahli lainnya telah meragukan hal ini, dan alih-alih meyakini bahwa Titanoceratops merupakan spesimen besar dan tua dari Pentaceratops.
Spesimen holotipenya adalah OMNH 10165, yaitu sebuah kerangka sebagian yang emncakup tengkorak dan rahang yang sebagian besar lengkap. Spesimennya ditemukan antara di Formasi Fruitland atas atau Formasi Kirtland bawah.[2] Tambang tempat penemuan aslinya hilang, sehingga tidak diketahui pasti formasi mana tempat fosil tersebut tergali. Kedua formasi tersebut berusia Kampanium akhir. Tengkoraknya tidak lengkap, tetapi menurut rekonstruksi terkini panjangnya 2,65 meter (8,7ft), menjadikannya sebagai kandidat tengkorak hewan darat terpanjang yang pernah ada. Dengan perkiraan bobot 6,55 ton (6,45 ton panjang; 7,22 ton pendek) dan panjang 6,8 meter (22ft),[3] genus ini sebanding ukurannay dengan ceratopsia-ceratopsia terbesar, yaitu Torosaurus dan Triceratops, dan kemungkinan menjadi hewan terbesar di ekosistemnya, bila tidak di Amerika Utara pada masanya.