Chi-Nu tidak pernah mengalami pertempuran selama perang. Semua unit yang diproduksi dialokasikan untuk pertahanan Tanah Air Jepang dalam mengantisipasi invasi Sekutu.
Pada tahap akhir perang, sejumlah besar tank M4 ShermanAmerika tiba di garis depan dan meningkatkan tekanan pada pasukan lapis baja Jepang. Markas Umum Kekaisaran (大本 営 Daihon'ei) memutuskan untuk mengembangkan tank medium baru untuk melawan ancaman musuh serta pengganti untuk Tipe 97.[6]
Biro Teknis Angkatan Darat telah mengerjakan tank medium Tipe 4 Chi-To sebagai penangkal M4 Sherman, tetapi ada masalah dan keterlambatan dalam program tersebut. Akibatnya, tank pengganti sementara dibutuhkan. Maka kemudian tank menengah Tipe 3 Chi-Nu dikembangkan untuk mengatasi M4 Sherman.[7] Pekerjaan pada Tipe 3 Chi-Nu dimulai pada Mei 1943 dan selesai pada bulan Oktober. Prioritas rendah yang diberikan untuk produksi tank pada tahun 1943 berarti bahwa Tipe 3 tidak akan benar-benar memasuki produksi setidaknya sampai tahun 1944, ketika bahan baku menjadi sangat langka, dan banyak infrastruktur industri Jepang telah dihancurkan oleh pengeboman strategis Amerika.[8]
Sebanyak 144 hingga 166 unit diproduksi hingga akhir perang.[1] Tipe 3 Chi-Nu adalah tank terakhir yang dikerahkan oleh angkatan bersenjata Kekaisaran Jepang, dan masih dalam produksi pada akhir perang.[7]
Rencangan
Perisai dan perlindungan
Tampilan samping Tipe 3 Chi-Nu
Tipe 3 Chi-Nu mempertahankan sasis dan suspensi yang sama dari Tipe 1 Chi-He, tetapi dengan penambahan cincin kubah yang diperbesar untuk kubah meriam heksagonal besar yang baru dengan kubah komandan.[3] Chi-Nu adalah desain terakhir yang didasarkan langsung pada rancangan Tipe 97.[9] Armor paling tebal yang digunakan adalah 50mm di lambung depan, terdapat pula lapisan 25mm di kubah, 25mm di sisi dan 20mm di dek belakang.[4]
Persenjataan
Tipe 3 Chi-Nu selama proses perakitan, menunjukkan transmisi dan kontrol yang dipasang sebagian
Persenjataan utama dari Tipe 3 Chi-Nu adalah Meriam tank 75 mm Tipe 3. Meriam ini dapat ditinggikan antara -10 dan +25 derajat. Menembakkan peluru pada kecepatan680m/s (2.200ft/s) memberi penetrasi perisai 90mm (3,5in) pada jarak 100m (110yd) dan 65mm (2,6in) pada jarak 1.000m (1.100yd).[10][11] Persenjataan sekunder adalah senapan mesin Tipe 97.[4]
Mobilitas
Chi-Nu memiliki mesin yang sama seperti Tipe 1 Chi-He, menghasilkan 240hp dan kecepatan tertinggi 39km/h.[12]
Penggunaan
Tipe 3 Chi-Nu dialokasikan ke pulau-pulau Jepang untuk mempertahankan diri dari serangan Sekutu yang diperkirakan akan terjadi. Tank-tank ini akan menjadi bagian dari "Mobile Shock Force" yang akan digunakan untuk serangan balik terhadap invasi Sekutu.[13] Ketika Jepang menyerah sebelum invasi itu, Tipe 3 tidak pernah digunakan dalam operasi tempur manapun.[14]Divisi Tank ke-4 yang berbasis di Fukuoka, Kyushu memiliki jumlah yang "signifikan" dari tank-tank Chi-Nu Tipe 3 yang diproduksi di depotnya pada akhir perang.[15]
Sebuah "rencana modifikasi" untuk Chi-Nu adalah peningkatan daya tembak dengan memasang meriam tank 75 mm Tipe 5 (L/56.4) dan kubah meriam Tipe 4 Chi-To.[16] Status pasti tentang perkembangan purwarupa Chi-Nu Kai tidak diketahui.
Lihat pula
Tank dengan peran, kinerja, dan era yang sebanding