The Red Envelope (Thai: ซองแดงแต่งผี, RTGS: Sxng dæng tæng phi, terj. har.'Angpao untuk hantu') adalah film komedimisterisupranatural asal Thailand tahun 2025 yang disutradarai oleh Chayanop Boonprakob berdasarkan skenario yang ditulis Chayanop bersama Thamsatid Charoenrittichai, Chantavit Dhanasevi, Weawwan dan Hongvivatanaserta. Film ini dibintangi oleh Putthipong Assaratanakul dan Krit Amnuaydechkorn sebagai pemeran utama,[3] dan merupakan pembuatan ulang dari film Taiwan tahun 2022 berjudul Marry My Dead Body.[4] Ceritanya menggabungkan tradisi Tiongkok tentang perkawinan hantu dengan cerita detektif kepolisian, sekaligus menghadirkan kisah hubungan antara manusia dan hantu. Produksi film ini dilakukan oleh GDH 559 bekerja sama dengan Billkin Entertainment dan PP Krit Entertainment.[5]
The Red Envelope ditayangkan pada 20 Maret 2025.
Plot
Menn adalah seorang informan polisi area Bang Kho Laem yang sering memberikan petunjuk untuk polwan bernama Goi untuk menangkap para kriminal. Suatu hari, saat berjalan-jalan di taman, Menn secara tidak sengaja memungut sebuah angpau. Sial baginya, itu bukan angpau biasa, melainkan tradisi kuno untuk menjebak orang ke dalam "pernikahan arwah". Gara-gara itu, Menn jadi berurusan dengan arwah Titi, seorang pemuda yang meninggal tragis saat sedang merencanakan pernikahan dengan pacar laki-lakinya. Nenek Titi yang sedih karena cucunya meninggal sebelum sempat menikah, bersikeras supaya Menn mau menikahi cucunya yang sudah jadi hantu itu. Awalnya menolak keras, tapi setelah dihantam rentetan nasib sial bin ajaib, Ming-han akhirnya menyerah dan setuju menikah.
Betapa kagetnya Ming-han saat menyadari kalau hantu Menn itu nyata dan terus membuntutinya. Menurut seorang ahli Tao, mereka berdua ternyata punya ikatan mendalam di kehidupan masa lalu. Satu-satunya cara supaya Ming-han bisa terbebas dari "suami hantunya" ini adalah dengan membantu Menn mewujudkan keinginannya yang belum terpenuhi. Titi mengajak Menn untuk menemui pacarnya yaitu Din, yang ternyata telah move on dan berhubungan dengan seorang pria lain. Merasa patah hati, Titi ingin menghapus kumpulan foto dan video yang ada di HP milik-nya. Menn mengunjungi rumah Titi dan berhasil menghapusnya. Titi kemudian menceritakan hari saat dia meninggal, di mana dia sempat bersitegang dengan ayahnya yang menolak hubungannya dengan Din. Merasa frustasi karena tidak bisa menghubungi Din, Titi ditabrak oleh sebuah mobil. HP Titi merekam kejadian tersebut, tetapi wajah pelakunya tidak terlihat.
Menn melacak lokasi kejadian dan mengikuti rekaman dari kamera sebuah mobil yang mengarahkannya untuk mengunjungi sebuah klub malam para gay. Di klub malam tersebut, dia mendapatkan sebuah petunjuk mengenai petunjuk selanjutnya di sebuah sasana kickboxing. Menn menyamar menjadi salah satu anggota sasana kickboxing tersebut untuk mengumpulkan informasi, sampai dia menemukan bahwa pelaku penabrakan Titi adalah pemilik sasana yang merupakan seorang bos mafia pengedar narkoba bernama Big Joe. Menn menemukan bahwa Big Joe secara diam-diam menyelundupkan narkoba melalui peralatan-peralatan kickboxing. Bersama banyak polisi lainnya termasuk Goi, mereka melakukan penggrebekan di sasana milik Big Joe, yang gagal total karena blunder Menn dan Big Joe sepertinya sudah mengetahuinya sehingga menyembunyikan seluruh barang bukti.
Kegagalan tersebut membuat Menn frustasi dan kemudian melabrak Din yang ternyata sekarang memiliki hubungan dengan seorang wanita, sehingga membuat Titi semakin hancur hatinya. Setelah menghibur Titi, Menn teringat bagaimana dia menyimpan video porno-nya di komputer dan mulai menggeledah sasana milik Big Joe. Dia menemukan ruangan tersembunyi di bawah ring dan menginformasikannya kepada Goi dan Matoom di kantor polisi. Goi langsung mendatangi lokasi dan terungkap bahwa dia adalah salah satu anak buah Big Joe. Tidak lama kemudian, satu regu polisi datang untuk menggrebek sasana kickboxing milik Big Joe, dan terjadi baku tembak di antara polisi dan anak buah Big Joe. Di dalam sasana, Big Joe menembak Goi yang dianggapnya terlalu ragu-ragu dan tidak langsung membunuh Menn. Saat Big Joe hendak menembak Menn, Titi langsung merasuki tubuh Bignya dan membebaskan Menn. Polisi berhasil masuk ke sasana dan terjadi baku tembak di antara mereka yang berakhir dengan tewasnya Big Joe dan tertembaknya Menn.
Di saat kritis, Titi melakukan aksi nekat dengan merasuki puluhan sopir di jalan raya demi membuka jalur ambulans agar Menn cepat sampai ke rumah sakit. Aksi heroik ini bikin wujud hantu Titi kehabisan energi dan hampir hilang sepenuhnya. Di momen tersebut, ayah Titi datang berkunjung. Ayah Titi meminta maaf karena selama ini dirinya yang tidak pernah menerima orientasi seksual anaknya dan mengaku senang Titi telah menikah dengan Menn. Permintaan maaf tersebut memberikan ketenangan yang selama ini dicari Titi. Dengan hati yang lega, Titi akhirnya bisa pergi dengan tenang ke alam baka. Menn pun kembali menjalani hidupnya, kali ini menjadi seorang pemeran tambahan yang berperan dalam sebuah film dengan perspektif baru yang lebih bisa tolerir terhadap kaum LGBT dan transeksual.
Film ini dirilis di bioskop Thailand pada 20 Maret 2025.[6] Setelah itu, penayangan internasional dilakukan secara bertahap: di Filipina pada 9 April 2025,[7] di Vietnam pada 11 April 2025, [8] di Myanmar pada 17 April 2025,[9], serta di Singapura, Indonesia, Hong Kong, dan Makau pada 24 April 2025.[9][10] Selanjutnya, film ini juga tayang di Australia dan Selandia Baru pada 15 Mei 2025.[11][12]
Penerimaan
Box-office
Dengan pendapatan lebih dari 100 juta baht, The Red Envelope tercatat sebagai film Thailand pertama pada 2025 yang mencapai capaian tiga digit di box office.[13]