Film ini kemudian diadaptasi menjadi versi Thailand oleh GDH 559 dengan judul The Red Envelope.
Plot
Wu Ming-han adalah seorang polisi bagian narkotika yang punya dua ketakutan besar: gay dan hantu. Suatu hari, saat sedang mengumpulkan barang bukti di lokasi kecelakaan, ia tidak sengaja memungut sebuah angpau. Sial baginya, itu bukan angpau biasa, melainkan tradisi kuno untuk menjebak orang ke dalam "pernikahan arwah".
Gara-gara itu, Ming-han jadi berurusan dengan arwah Mao Mao, seorang pemuda yang meninggal tragis saat sedang merencanakan pernikahan dengan pacar laki-lakinya. Nenek Mao Mao yang sedih karena cucunya meninggal sebelum sempat menikah, bersikeras supaya Ming-han mau menikahi cucunya yang sudah jadi hantu itu. Awalnya menolak keras, tapi setelah dihantam rentetan nasib sial bin ajaib, Ming-han akhirnya menyerah dan setuju menikah.
Betapa kagetnya Ming-han saat menyadari kalau hantu Mao Mao itu nyata dan terus membuntutinya. Menurut seorang ahli Tao, mereka berdua ternyata punya ikatan mendalam di kehidupan masa lalu. Satu-satunya cara supaya Ming-han bisa terbebas dari "suami hantunya" ini adalah dengan membantu Mao Mao mewujudkan keinginannya yang belum terpenuhi: menghentikan global warming, menemukan pemilik baru untuk anjingnya, menghapus video seksnya dalam HP, memastikan mantan pacarnya melanjutkan hidup bahagia tanpa dirinya, serta yang terpenting adalah mengusut tuntas kasus kematiannya dengan menemukan pelaku penabrakan dirinya.
Meski ogah-ogahan karena harus "bersuami" laki-laki, Ming-han terpaksa menjalani perannya dan berusaha mewujudkan semua keinginan Mao Mao. Hubungan Ming-han dan Mao Mao yang awalnya penuh cekcok mulai mencair. Bersama banyak polisi lainnya termasuk rekannya Lin Tzu-ching, mereka melakukan penggrebekan di sebuah gudang, yang gagal total akibat blunder yang dilakukan Ming-han. Berkat bantuan "mata hantu" Mao Mao, Ming-han berhasil mengungkap petunjuk-petunjuk penting yang mustahil diketahui manusia biasa. Namun, hal ini malah bikin dia dibebastugaskan dari kasus karena atasan curiga dari mana ia mendapat informasi rahasia tersebut.
Setelah mereka melabrak mantan pacar Mao Mao yang brengsek, Mao Mao mengungkapkan isi hatinya lalu berpamitan dan terbang ke langit untuk bereinkarnasi. Namun, tidak lama kemudian Mao Mao kembali dengan kabar mengejutkan: pengkhianat di kepolisian adalah Chang Yu-kang yang merupakan atasan dari Ming-han. Ming-han segera menuju ke dermaga untuk menangkap Yu-kang. Setelah terjadi baku tembak yang menegangkan, Ming-han menghentikan Yu-kang dan menyadari bahwa Mao Mao memberikan informasi yang salah, di mana penyusup di kepolisian yang sebenarnya adalah Tzu-ching. Tzu-ching mengkhianati bosnya sendiri yang seorang mafia berpengaruh (Lin Hsiao-yuan) dan berhasil kabur dengan membawa berkoper-koper uang, meninggalkan rekan-rekannya dalam bahaya besar. Mao Mao merasuki Lin Hsiao-yuan dan membebaskan Min-han serta Yu-kang. Saat para polisi tiba, terjadi baku tembak yang berakhir dengan tewasnya Hsiao-yuan dan tertembaknya Min-han.
Di saat kritis, Mao Mao melakukan aksi nekat dengan merasuki puluhan sopir di jalan raya demi membuka jalur ambulans agar Ming-han cepat sampai ke rumah sakit. Aksi heroik ini bikin wujud hantu Mao Mao kehabisan energi dan hampir hilang sepenuhnya. Di momen tersebut, ayah Mao Mao datang berkunjung. Sebuah rahasia emosional antara ayah dan anak akhirnya terungkap, di mana ayahnya meminta maaf karena selama ini dirinya yang tidak pernah menerima orientasi seksual anaknya. Permintaan maaf tersebut memberikan ketenangan yang selama ini dicari Mao Mao. Dengan hati yang lega, Mao Mao juga meminta maaf dan akhirnya bisa pergi dengan tenang ke alam baka. Ming-han pun kembali menjalani hidupnya, namun kali ini dengan perspektif baru dan kenangan indah tentang "suami" hantunya yang tak terlupakan.
Untuk Marry My Dead Body, Cheng menggunakan tim produksi yang sama seperti dalam Man in Love.[3][4] Ia juga bekerja sama dengan Sharon Wu, penulis serial televisi In a Good Way (2013), dalam menyusun naskah awal Marry My Dead Body. Pada November 2021, Cheng menghadiri Golden Horse Awards Nominee Party untuk film The Soul dan mengungkapkan bahwa ia telah mulai mempersiapkan proyek film berikutnya. Ia juga menyatakan bahwa film tersebut akan mengusung tema humor gelap dan menampilkan Greg Hsu sebagai pemeran utama.[5] Pada Desember 2021, kru film mengadakan upacara pembukaan dan mengumumkan bahwa salah satu pemeran utama lainnya adalah Austin Lin.[6] Pada Januari 2022, proses pengambilan gambar resmi selesai.[7]
Produser Veronica Jin dan Dennis Wu bertindak sebagai juri dalam Let's Be Wild edisi pertama. Pada 2018, Lai Chih-liang meraih Hadiah Pertama untuk Kisah Kreatif Terbaik dalam ajang tersebut melalui cerita asli film ini,[1] dan pada 2020 Lai juga memenangkan Bucheon First Prize di Festival Film Fantasi Internasional Bucheon untuk cerita yang sama.[8] Kru film mulai merencanakan produksi setelah ajang Let's Be Wild tahun 2018 dan menjalani proses panjang adaptasi naskah. Sutradara serta para pemeran utama menyebutkan bahwa penggunaan banyak efek khusus membuat proses pengambilan gambar dan pascaproduksi menjadi rumit. Dalam beberapa adegan, para aktor harus berakting sendirian di depan layar hijau, udara kosong, atau langsung ke arah kamera. Menurut ketiga pemeran utama, hal ini merupakan tantangan terbesar selama proses syuting.[9]
Greg Hsu, yang pernah dinominasikan dalam Penghargaan Golden Bell untuk Aktor Utama Terbaik dalam Serial Televisi untuk Someday or One Day (2019), memerankan Wu Ming-han, seorang polisi heteroseksual yang bersemangat dan impulsif dalam menangani kasus. Sutradara Cheng Wei-hao menyatakan bahwa ia telah melihat potensi Hsu sebelum aktor tersebut populer berkat perannya dalam Someday or One Day, dan kesepakatan tercapai tak lama setelah ia mendekati Hsu.[5] Hsu menyatakan bahwa bekerja sama dengan sutradara dan aktor berbakat merupakan suatu kehormatan besar. Ketika pertama kali membaca naskah, ia tertarik pada tema yang diangkat dan menilai bahwa peran tersebut membutuhkan kondisi fisik yang prima. Untuk itu, ia menghabiskan beberapa bulan berlatih fisik sebelum proses syuting dimulai. Hsu menambahkan bahwa memerankan Wu Ming-han merupakan tantangan tersendiri baginya, terutama karena ada sejumlah adegan yang membuatnya merasa canggung, termasuk saat tampil telanjang dengan bantuan kawat gantung. Ia menggambarkan pengalaman tersebut seolah-olah "terjebak dalam perangkap sutradara", namun sekaligus menjadi kesempatan untuk mendorong dirinya lebih jauh.[3][9]
Austin Lin, yang meraih Penghargaan Golden Horse untuk Aktor Pendukung Terbaik untuk At Cafe 6 (2016), memerankan Mao Pang-yu (Mao Mao), seorang hantu gay yang meninggal secara tidak adil akibat kecelakaan. Austin menyatakan bahwa membawakan komedi dengan baik merupakan tantangan, dan bahwa Mao adalah peran terbesar sekaligus paling kesepian yang pernah ia mainkan. Dalam film, hanya Hsu—yang menikah dengannya melalui pernikahan hantu—yang dapat melihatnya; aktor lain harus “berpura-pura tidak melihat” ketika berakting bersamanya. Austin menilai Mao Mao sebagai karakter yang berharga dan istimewa, serta menyebut bahwa ia memiliki banyak teman gay seperti Mao Mao di sekitarnya. Ia berharap melalui penampilannya, penonton dapat memahami bahwa ada banyak orang hangat dan menyenangkan seperti Mao Mao di dunia ini.[3][9]
Gingle Wang, yang meraih Taipei Film Award untuk Aktris Terbaik melalui film Detention (2019), memerankan polisi Lin Tzu-ching. Ia menyatakan bahwa dengan menyaksikan interaksi dua pemeran utama selama proses syuting, ia akhirnya merasakan kesenangan menjadi seorang fujoshi. Dalam perannya sebagai polisi perempuan yang bekerja di lingkungan mayoritas laki-laki, Wang menuturkan bahwa ia ingin mengekspresikan bagaimana perempuan masih rentan terhadap diskriminasi dalam masyarakat saat ini.[10][9]
Musik
Lagu tema film berjudul "Untitled" dibawakan oleh Jolin Tsai, peraih Golden Melody Award, , yang juga terlibat dalam penulisan dan produksi lagu tersebut. Ia sebelumnya telah dua kali bekerja sama dengan sutradara Cheng Wei-hao. Cheng menyatakan bahwa sejak tahap awal persiapan film, ketika memikirkan lagu tema, ia menilai Tsai sebagai pilihan terbaik untuk membawakannya.
Lagu ini menggambarkan tahapan dalam jatuh cinta, dimulai dari ketidakjelasan dan kebingungan, kemudian pencarian dan eksplorasi, hingga mencapai pencerahan mendadak. Judul "Untitled" melambangkan cinta yang tidak perlu diberi definisi, tetapi telah menemukan bentuk yang paling nyaman.[11] Lagu beserta video musiknya resmi dirilis pada 9 Desember 2022. Video musik yang disutradarai oleh Yin Chen-hao ini menampilkan Austin Lin dan Wang Man-chiao sebagai Mao Mao dan Mao Chen A-lan.[12] Pada hari yang sama, Tsai, Cheng, dan Lin mengadakan siaran langsung melalui akun Instagram resmi film tersebut, membagikan kisah di balik layar mengenai proses pembuatan musik dan video musik.[13]
Selain lagu tema, film ini juga menggunakan beberapa lagu Jolin Tsai sebagai selingan. Cheng menyatakan bahwa Tsai merupakan sosok yang merepresentasikan budaya LGBT di Taiwan dan menilai bahwa lagu-lagunya sesuai dengan tema yang ingin disampaikan film. Musik latar film ini digarap oleh gitaris Kay Liu dari grup Sodagreen, yang sebelumnya meraih Penghargaan Golden Bell untuk Musik Latar Terbaik dalam Serial Drama melalui The Pond (2021), sekaligus menjadi kesempatan pertama ia bekerja sama dengan Cheng. Cheng menambahkan bahwa dalam kerja sama sebelumnya, Liu menunjukkan minat dan antusiasme besar dalam membuat musik untuk film dan televisi, sehingga ia diundang untuk menangani produksi musik latar dalam proyek ini.[9]
No.
Judul
Lirik
Musik
Performer
Durasi
1.
"Untitled" (親愛的對象)
Vison Chen
David Ke
Jolin Tsai
Kay Liu
Jolin Tsai
4:54
Masa depan
Serial spin-off berjudul GG Precinct tayang perdana di Netflix pada 22 Agustus 2024.[14] Cheng Wei-hao dan Yin Chen-hao bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis bersama, dengan Greg Hsu, Gingle Wang, Ma Nien-hsien, dan Chen Yen-tso kembali memerankan karakter mereka.[15][16]
12聯合新聞網 (2022-10-28). "許光漢與林柏宏「冥婚」哀嘆被騙全裸吊鋼絲!". 噓!星聞 (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 October 2022. Diakses tanggal 2022-12-20.
12"程偉豪盼張震以《緝魂》奪影帝 新作由許光漢擔綱黑色幽默風格". tw.stock.yahoo.com (dalam bahasa Tionghoa). November 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 January 2022. Diakses tanggal 2022-12-20.
↑"許光漢同志片拍好拍滿 耗3個月殺青". tw.news.yahoo.com (dalam bahasa Tionghoa). 17 January 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 January 2022. Diakses tanggal 2022-12-20.
↑"2022金馬影展《關於我和鬼變成家人的那件事》熱鬧閉幕". www.goldenhorse.org.tw (dalam bahasa Chinese (Taiwan)). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 November 2022. Diakses tanggal 2022-12-20.