Alur
Pada September 1944, Teuntje Visser bekerja di kantor seorang wali kota kolaborator di Zeeland yang diduduki Jerman, saat Sekutu mendekat dari Belgia. Ia dan ayahnya, seorang dokter, memilih bersikap netral, sementara adiknya, Dirk, adalah anggota Perlawanan Belanda. Dirk ditangkap karena melempar batu ke konvoi militer Jerman dan, setelah disiksa, ia membocorkan nama anggota Perlawanan lain.
Marinus van Staveren, seorang relawan Belanda di Divisi Waffen-SS Das Reich, dipindahkan dari Front Timur untuk menjadi sekretaris sekaligus penerjemah bagi komandan Jerman di Zeeland, Oberst Berghof. Marinus semakin kecewa dengan pendudukan Nazi yang brutal, termasuk eksekusi sandera sipil. Ia bersimpati pada Teuntje dan ayahnya yang berusaha meringankan hukuman Dirk. Meskipun Berghof menjanjikan keringanan, ia akhirnya memerintahkan eksekusi Dirk bersama anggota Perlawanan lain. Marinus mencoba diam-diam memperingatkan Teuntje, tetapi tertangkap dan dilaporkan ke Berghof. Sebagai hukuman, ia diperintahkan masuk regu tembak untuk mengeksekusi Dirk, lalu dikirim kembali ke medan tempur.
Kematian Dirk mendorong Teuntje bergabung dengan Perlawanan. Ia mengetahui bahwa Dirk diam-diam memotret posisi Jerman di sepanjang Sungai Schelde. Teuntje mencuri peta pasang surut Selat Sloe dari kantor wali kota yang menunjukkan jalur cukup dalam bagi pasukan Sekutu untuk menyeberang dengan perahu. Ia bersama sahabatnya, Janna, ditugaskan menyelundupkan peta dan foto-foto itu kepada pasukan Sekutu yang bergerak menuju Pulau Walcheren.
Sersan Will Sinclair dari Resimen Pilot Glider, Letnan Tony Turner, dan prajurit Pasukan Belanda Bebas Henk Sneijder mendarat darurat di rawa tergenang di Zeeland setelah glider Airspeed Horsa mereka terkena tembakan antipesawat dalam Operasi Market Garden. Turner terluka dalam pendaratan. Setelah menembus rawa, mereka bersembunyi di sebuah rumah pertanian, tempat mereka diberitahu bahwa Operasi Market Garden telah gagal dan tentara Kanada telah memasuki Belanda. Saat berusaha mencapai garis Kanada, unit mereka tercerai-berai. Turner tewas dalam serangan Jerman, Henk kelelahan dan ditinggalkan Sinclair yang akhirnya berhasil mencapai garis Sekutu dan bergabung dengan pasukan Kanada yang menyerang Walcheren.
Menjelang Pertempuran Tanggul Walcheren, Teuntje tertangkap dan Janna ditembak, namun berhasil menyerahkan peta kepada tentara Sekutu sebelum meninggal. Marinus ikut mempertahankan Walcheren bersama pasukan Jerman, sementara Sinclair ambil bagian dalam serangan frontal Sekutu yang memakan banyak korban. Serangan kedua, berdasarkan peta yang diberikan Janna, dilancarkan melalui jalur air dan berhasil menghantam pertahanan Jerman dari sisi samping. Dalam pertempuran, Sinclair dan Marinus saling berhadapan, sempat menodongkan senjata, tetapi akhirnya saling melepaskan.
Saat pasukan Jerman mundur, Marinus menolong Teuntje dengan membunuh seorang prajurit Jerman yang menyerangnya, tetapi ia tertembak dalam pergumulan itu. Teuntje berusaha merawatnya, tetapi Marinus meninggal karena luka-lukanya. Sinclair dan tentara Sekutu lainnya menemukan jasad Marinus di samping Teuntje, yang kemudian berjalan pergi saat kotanya dibebaskan.
Epilog menyebutkan bahwa kemenangan Sekutu di Walcheren memungkinkan pelabuhan Antwerpen kembali dibuka bagi pasukan Sekutu dan membantu mempercepat Pembebasan Belanda pada 5 Mei 1945.