"The Cure" (ditulis dengan huruf kecil semua) adalah lagu oleh penyanyi dan penulis lagu Amerika Serikat Olivia Rodrigo dari album studio ketiganya, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love. Yang dirilis sebagai single kedua album pada 22 Mei 2026, oleh Geffen Records. Sebuah lagu indie rock dan pop bertempo lambat, Rodrigo menulis "The Cure" bersama produsernya, Dan Nigro. Lagu ini telah mencapai peringkat pertama di Australia, Irlandia, dan Singapura, serta masuk sepuluh besar di Austria, Kanada, Jerman, Yunani, Selandia Baru, Portugis, Britania Raya, dan Amerika Serikat.
Latar belakang
Pada Maret 2026, Olivia Rodrigo menjelaskan arah tematik album studio ketiganya dalam sebuah wawancara dengan British Vogue.[1] Ia menyatakan bahwa album tersebut sebagian besar menampilkan "lagu cinta yang sedih", menjelaskan bahwa banyak lagu romantis favoritnya mendapatkan daya tariknya dari arus bawah rasa takut atau kerinduan.[2][3][4] Album ini mengambil inspirasi dari masa Rodrigo di London. Beberapa lagu dalam album tersebut dikatakan merujuk pada hubungan karakter Sex and the City Miranda Hobbes dan Steve Brady.[1] Berbicara tentang konsep album dan pengaruh Sex and the City pada lagu tersebut, Rodrigo menyatakan: "Misalnya, ketika Miranda dan Steve kembali bersama, ia menangis. 'Steve, setiap kali sesuatu yang lucu terjadi, Saya hanya ingin memberitahumu.' Dan Saya ingat menonton itu dan berpikir, 'Ya Tuhan, Saya harus menulis lagu tentang ini.'"[5]
Pada 2 April 2026, judul album diungkap setelah dilukis di dinding merah muda di Los Angeles dan diisyaratkan dengan kata terakhir ("cinta") di banyak kota. Rodrigo melanjutkan kolaborasinya dengan Dan Nigro, yang kembali menjadi produser album.[6] Ia merilis "Drop Dead" sebagai single utama album pada 17 April 2026,[7] dan lagu kedua dari album tersebut, yang disebut "Begged", dibawakan secara langsung di Saturday Night Live pada 2 Mei 2026.[8]
Perilisan
Rodrigo mengumumkan "The Cure" sebagai single kedua dari You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love, bersmaa dengan sampul dan tanggal perilisannya, pada 19 Mei 2026. Ia menyatakan bahwa itu adalah "lagu favoritnya di album ini dan salah satu lagu favorit yang pernah Saya buat".[9] Rodrigo menyebut lagu itu sebagai "pernyataan tesis" dan "puncak dari album ini", mengatakan bahwa lagu itu "membuat seluruh album menjadi sempurna" baginya.[10] Lagu ini dirilis pada 22 Mei di media digital serta format fisik seperti piringan hitam 7-inci dan kaset,[11] bertepatan dengan with Hari Goth Sedunia; Hannah Dailey dari Billboard mencatat bahwa judul lagu tersebut mungkin merujuk pada kelompok musik rock goth the Cure, yang merupakan kelompok musik favorit Rodrigo,[9] tetapi Rodrigo kemudian mengkonfirmasi bahwa lagu tersebut tidak terkait dengan kelompok musik tersebut.[12] "The Cure" muncul sebagai lagu kedelapan di album.[13] Eidsi fisik single ini menampilkan lagu bonus "Never Do".[14]
Komposisi
"The Cure" berdurasi empat menit lima puluh tujuh detik.[13] Nigro menangani produksi. Ia bermain gitar, bass, piano, dan menyediakan pemrograman drum serta aransemen string; Paul Cartwright memainkan cello, viola, dan violin; Sterling Laws memainkan drum; dan Bryn Bliska memainkan synth. Mike Bozzi melakukan mastering lagu tersebut, dan Mitch McCarthy melakukan mixing.[15]
"The Cure" telah diberi label sebagai lagu downtempo[16]rock,[17]indie rock,[18] dan pop.[19] Lagu ini dimulai dengan petikan gitar akustik yang cepat dan secara bertahap meningkat intensitasnya selama durasinya sebelum mencapai puncak pada bagian klimaks dan koda yang diiringi string. Chris Willman dari Variety membandingkan suasana suram dan peningkatan yang terkendali dengan rock alternatif tahun 1990-an, termasuk musik The Smashing Pumpkins dan Foo Fighters. Meskipun "The Cure" menggabungkan unsur-unsur dari karya Rodrigo sebelumnya yang berorientasi rock, lagu ini kurang bergantung pada gitar listrik.[20]
"The Cure" berpusat pada melodi gitar akustik yang melankolis. Liriknya membhas tema keraguan, ketidakpercayaan, isolasi emosional, dan keyakinan yang salah pada orang lain. Dalam bait-baitnya, Rodrigo menggambarkan kesepian dan pikiran yang mengganggu sambil merenungkan hubungan yang awalnya ia anggap sebagai "penawar". Lagu ini secara bertahap berkembang menuju chorus yang penuh penderitaan di mana ia menggunakan citra pengobatan untuk menggambarkan cinta sebagai obat yang tidak efektif untuk pergumulan emosionalnya.[21]
Penerimaan kritikus
Pitchfork memberikan penghargaan "Lagu Baru Terbaik" kepada "The Cure". Menulis untuk Pitchfork, Quinn Moreland memuji "The Cure" sebagai "single yang menggembirakan" dari album Rodrigo yang akan datang. Moreland menyoroti perkembangan bertahap dan klimaks eksplosif lagu tersebut sebagai "langak maju yang matang" baginya, mencatat pergeserannya dari mengecam mantan kekasih yang toxic menuju menghadapi refleksi dirinya sendiri.[22] Robin Murray dari Clash menggambarkan "The Cure" sebagai "pencapaian puncak" Rodrigo. Ia menekankan cakupan ambisiusnya, menyebutnya "padat ide" dan "sangat ambisius dalam eksekusi". Murray juga mencatat komentar Rodrigo sendiri bahwa lagu tersebut "membuat seluruh album menjadi pas".[23]
Video musik
Video musik resmi untuk "The Cure" dirilis pada 22 Mei 2026. Disutradarai oleh Cat Solen dan Jaime Gerin, video tersebut menampilkan Rodrigo sebagai perawat tahun 1950-an yang mencoba menyelamatkan jantung di sebuah rumah sakit sebelum menjadi pasien di sana sendiri. Pada akhir video, terungkap bahwa plot tersebut terjadi di dalam rumah boneka kardus, yang akhirnya ia injak-injak saat membongkar barang-barangnya di sebuah ruangan kosong.[24]
Penampilan langsung
Rodrigo membawakan lagu "The Cure" secara langsung untuk pertama kalinya dengan penyanyi latar di Live Lounge BBC Radio 1 pada 2 Juni 2026.[25]