The Cloisters, didirikan dari bagian lima biara Catalan, yang berasal dari Occitan dan Prancis. Bangunan dari Sant Miquel de Cuixà, Sant Guilhèm dau Desèrt, Bonnefont-en-Comminges, Trie-en-Bigòrra, dan Froville dibongkar satu-persatu dan disusun kembali di New York antara tahun 1934 dan 1938.
Daerah disekitar The Cloisters dirancang dengan membuat taman berdasarkan informasi holtikultura yang didapat dari manuskrip dan artefak abad pertengahan, an strukturnya termasuk di antaranya tanaman obat dengan gaya abad pertengahan.
Koleksi
Koleksi pada cabang museum ini adalah 5.000 seni abad pertengahan, termasuk di antaranya yang memiliki penanggalan dari abad ke-12 hingga ke-15. Beberapa hasil karya arsitektur seperti Biara Cuixà dan apsis Fuentidueña dari kapel dari provinsi Segovia (Castilla y León, Spain).
Beberapa karya seni yang terdapat pada museum ini adalah tujuh permadani dinding Flandria yang menggambarkan perburuan Unicorn,[1] dan seni romanesque berupa salib altar yang lebih dikenal dengan nama Salib Cloisters.
Galeri
Menara bangunan.
The Cloisters.
Taman pada The Cloisters, Taman Fort Tryon, New York City.
Pada saat musim dingin, tanaman di pot seperti crocus dimasukkan kedalam.
The Cloisters di New York City. Prasasati tersebut tertulis, "Through the Sign of the Holy Cross, from our enemies, our God frees us."