Sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batangrumbia atau "pohon sagu" (Metroxylon sagu Rottb.). Tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Dalam resep masakan, tepung sagu yang relatif sulit diperoleh sering diganti dengan tepung tapioka sehingga namanya sering kali dipertukarkan, meskipun kedua tepung ini berbeda.
Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat di Indonesia sebelum beras mulai dikenal masyarakat seperti sekarang ini. Sagu dimakan dalam bentuk papeda, semacam bubur, atau dalam olahan lain. Sagu sendiri dijual sebagai tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas dengan daun pisang. Selain itu, saat ini sagu juga diolah menjadi mi.[1]
Sebagai sumber karbohidrat, sagu memiliki keunikan karena diproduksi di daerah rawa-rawa (habitat alami rumbia). Kondisi ini memiliki keuntungan ekologis tersendiri, walaupun secara ekonomis kurang menguntungkan (menyulitkan distribusi).[1]
Pemanenan sagu
Pati sagu kering
Sagu dipanen dengan tahap sebagai berikut:
Pohon sagu dirobohkan dan dipotong hingga tersisa batang saja.
Batang dibelah memanjang sehingga bagian dalam terbuka.
Bagian teras batang dicacah dan diambil.
Teras batang yang diambil ini lalu dihaluskan dan disaring.
Pati diolah untuk dijadikan tepung atau dikemas dengan daun pisang (dinamakan "basong" di Kendari).[butuh rujukan]
Pohon sagu dapat tumbuh hingga setinggi 20 m, bahkan 30 m. Dari satu pohon dapat dihasilkan 150 sampai 300kg pati. Suatu survei di Kabupaten Konawe menunjukkan bahwa untuk mengolah dua pohon sagu diperlukan 4 orang yang bekerja selama 6 hari.[2]
Tanaman sagu dapat berperan sebagai pengaman lingkungan karena dapat mengabsorbsi emisi gas karbondioksida yang berasal dari lahan rawa dan gambut ke udara.[3]
Kandungan Gizi Tepung Sagu
Tepung sagu memiliki kandungan gizi yang unik dan berbeda dari jenis tepung lainnya. Berikut adalah komposisi nutrisi dalam 100 gr tepung sagu:[4]
Diinjak-injak dan dibilas untuk mengekstrak patinya.
Pati sagu kering, siap dimasak.
'Nasi' dari sagu, disajikan bersama ikan panggang. Teupah Selatan, Simeulue.
Sagu berbentuk lempeng dibuat dari teras batang gebang.
Referensi
12Arif, Ahmad (2019). Sagu Papua untuk dunia. Seri pangan Nusantara. Kepustakaan Populer Gramedia, Austindo Nusantara Jaya Tbk, PT (Edisi Cetakan pertama). Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerja sama dengan ANJ. ISBN978-602-481-199-0.
↑"Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-06-05. Diakses tanggal 2007-04-27.