Teluk ini telah lama diakui untuk perairan dalamnya dan dilindungi, tetapi pembangunan berjalan lambat karena kurangnya lahan datar di sekitar Teluk.[1]
Sejarah
Pada tahun 1542, penakluk berkebangsaan Spanyol, Juan de Salcedo berlayar masuk ke Teluk Subic namun tidak ada pelabuhan yang dibangun di sana karena pangkalan utama angkatan laut Spanyol akan dibangun di dekat Teluk Manila. Ketika Inggris merebut pangkalan ini pada tahun 1762, Spanyol terpaksa harus menemukan lokasi alternatif dan Teluk Subic disadari merupakan lokasi pelabuhan yang strategis dan luar biasa. Pada tahun 1884, Raja Alfonso XII dari Spanyol menyatakan bahwa Subic akan menjadi sebuah "pelabuhan angkatan laut dan properti yang berhubungan hal tersebut diperuntukkan bagi keperluan angkatan laut."[3]
Pada tahun 1899 selama Perang Filipina-Amerika, Amerika merebut pangkalan Spanyol dan mengendalikan teluk ini sampai tahun 1991. Selama periode ini, fasilitas angkatan laut dibangun secara besar-besaran dan diperluas, termasuk sebuha stasiun udara angkatan laut yang baru yang dibangun pada awal tahun 1950-an dengan mengiris bagian atas dari gunung dan memnidahkan tanahnya untuk reklamasi sebagian dari Teluk Subic. Pada tahun 1979, daerah di bawah kendali Amerika berkurang dari 24.000 hektare (59.000 ekar) menjadi 6.300 hektare (16.000 ekar) ketika Filipina menuntut kedaulatan atas pangkalan.[1][3]