Kelurahan Tebon merupakan daerah sentral kedua setelah KelurahanMangge, KecamatanBarat dikarenakan beberapa kantor pemerintahan yang terkosentrasi di wilayah ini. Nama "Tebon" diperkirakan berasal dari bahasa Jawa yang berarti ladang jagung atau tebu.
Secara geografis wilayah Kelurahan Tebon merupakan daerah subur beriklim tropis terletak di tengah wilayah Kecamatan Barat dengan tingkat kepadatan penduduk sedang dengan sektor perdagangan, pemerintahan dan sisanya merupakan lahan pertanian.
Mata pencaharian penduduk Tebon didominasi sebagai pedagang, petani, pegawai negeri dan swasta.
Di Kelurahan Tebon terdapat pasar hewan yang bernama "Pasar Wage"; nama Wage diambil sesuai dengan penanggalan hari pasaran Jawa di mana pasar hewan ini akan digelar pada pasaran atau penanggalan Jawa Wage saja.
Pasar hewan ini sempat dipindahkan ke Desa GununganKecamatan Kartoharjo pada tahun 2003, namun gagal dan akhirnya dipindahkan kembali ke wilayah Kelurahan Tebon bagian utara atas inisiatif warga Tebon dan para pedagang hewan.
Saat ini lokasi Pasar Wage yang lama dijadikan lapangan Desa sebagai ruang terbuka hijau yaitu Taman Wage.
Terdapat beberapa bangunan bersejarah yang masih ada sampai saat ini diantarannya:
2# Tugu Tebon sebuah bangunan penanda berbentuk mirip candi gaya brawijaya, berarsitektur gununganJawa dengan lambang bintang diatasnya.Terletak di tengah tengah perempatan utama di tengah wilayah Kelurahan Tebon.
3# Situs pipa air berkarat buatan Belanda. Merupakan bekas pipa zaman Belanda, diperkirakan digunakan sebagai saluran pengairan drainase pada zaman penjajahan Belanda.
4# Situs Sendang Tebon merupakan dua situs animisme yang diketahui, yaitu sendang Tebon yang berada di wilayah tebon timur dan sendang Migit yang berada di wilayah Tebon bagian selatan.
5# Halte Kereta Api merupakan Bekas bangunan Pemberhentian Kereta Api, terletak di sebelah timur Stasiun Barat. dahulu digunakan untuk bongkar muat barang maupun menurunkan penumpang.