Tasnim News Agency (Persia: خبرگزاری تسنیمcode: fa is deprecated ) adalah sebuah agensi berita semi-resmi di Iran[2] yang berasosiasi dengan Korps Garda Revolusioner Islam (IRGC).[3] Diluncurkan pada 2012, keperluannya adalah untuk menyoroti berbagai persoalan politik, sosial, ekonomi dan internasional bersama dengan banyak bidang lainnya.[4] Tasnim menerbitkan seluruh konten di situs webnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International.[5]
Latar belakang
Dalam Islam, Tasnim (تسنیم) adalah nama dari sebuah mata air di surga dari orang-orang yang paling dekat dengan Allah yang dikatakan dapat diminum. Tujuan Tasnim adalah untuk "[membela] Republik Islam melawan kampanye-kampanye propaganda media negaitf dan menyediakan pembaca kami dengan kenyataan berdasar tentang Iran dan Islam."[5]
Tasnim bermarkas besar di ibukota Tehran, Iran, dengan para wartawan di seluruh belahan negara tersebut dan Timur Tengah.
Afiliasi
IRGC mengendalikan Tasnim, yang seringkali mengagungkan ideologi IRGC. Tasnim adalah outlet media terbesar milik IRGC.[6][3][7][8] Saat kunjungan ke kantor-kantor Tasnim pada 2023, kepala panglima IRGC saat itu Mohammad Ali Jafari menyatakan, "media terpercaya dan regolusioner kini memiliki tugas yang sangat berat dalam melawan rencana anti-Islam dan anti-manusia dari para penindas".[9]
Menurut Tehran Bureau, Tasnim memainkan peran aktif dalam kampanye disinformasi yang dipimpin oleh pemerintahan negara Iran melawan para pengunjuk rasa.[6]
Riwayat
Tasnim didirikan pada 30 Juni 2012 oleh panglima Korps Garda Revolusioner Islam (IRGC) Hamidreza Moghaddamfar, kepala badan Jafar Darouneh, dan CEO Majid Qolizadeh Zahmatkesh. Darouneh menjadi kepala Departemen Pendidikan Tehran pada masa kepresidenan Mahmoud Ahmadinejad.[6]
Menurut Anti-Defamation League, Tasnim menuduh dalam serangkaian artikel propaganda bahwa Covid-19 menjadi bagian dari "sebuah rencana Amerika Yahudi untuk dominasi dunia lewat pengendalian populasi" yang dipicu oleh Henry Kissinger, yang disebut sebaagi "pakar strategis Amerika dan cendekiawan Yahudi ternama" dan "kepala pengendali pemerintah dan keuangan internasional."[11]
Pada 15 September 2023, Uni Eropa mensanksi Tasnim News Agency karena "pelanggaran hak asasi manusia serius di Iran," menyatakan bahwa "outlet berita tersebut bertanggung jawab atas pnerbitan pengakuan palsu oleh para pengunjuk rasa di situs webnya dan catatan media sosial serta karena mengunggah gambar pengunjuk rasa di media sosial dan meminta para pembaca untuk membantu mengidentifikasi mereka."[12] Pada haru yang sama, Kementerian Keuangan Amerika Serikat menambahkan Tasnim News Agency pada Specially Designated Nationals and Blocked Persons List dari Office of Foreign Assets Control (OFAC).[13]
Tasnimnews.com menjadi luring pada 12 Januari 2026, menyebabkan Tasnim beralih ke domain .ir.[14] Tasnim dan Fars News Agency mengklaim bahwa domain tersebut diblokir oleh Amerika Serikat.[15]
Versi non-Persia
Staf Tasnim meliputi para penutur Inggris, yang menerjemahkan beberapa artikel dari agensi tersebut ke bahasa Inggris.[16] Pada 2022, Tasnim meluncurkan situs web berbahasa Ibrani.[17][18] Pada 2023, Sputnik menandatangani kesepakatan dengan Tasnim untuk meluncurkan sebuah situs web Rusia.[19]
↑Rezaei, Farhad (2019). Iran's Foreign Policy After the Nuclear Agreement: Politics of Normalizers and Traditionalists. Palgrave Macmillan. hlm.91. According to the semi-official Tasnim News Agency (TNA) (...)
12Koyagi, Mikiya (2021). Iran in Motion: Mobility, Space, and the Trans-Iranian Railway. Stanford University Press. hlm.197. Tasnim News Agency, a media outlet with links to the Iranian Revolutionary Guards Corps (...)