Tashkurgan berartu "Benteng Batu" atau "Menara Batu" dalam bahasa Turk. Ejaan resminya adalah Taxkorgan, sementara nama Tashkorgan dan Tashkurghan muncul di sumber-sumber pustaka. Nama kota ini jika ditulis dalam aksara Arab Uighur adalah تاشقۇرغانcode: ug is deprecated dan jika dalam alfabet Latin Uighur adalah Tashqurghan baziri. Dahulu kota ini bernama Sarikol (سريكالcode: ug is deprecated ) atau Sariqol (سرقولcode: ug is deprecated atau ساريق قولcode: ug is deprecated .
Sejarah
Wikisource Tionghoa memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Benteng di Tashkurgan, 1909.Reruntuhan Benteng Tashkurgan, 2011.Tashkurgan diyakini sebagai "Menara Batu" yang dimaksud oleh Ptolemaeus dan penulis lainnya tempat kafilah dari wilayah barat bertemu dengan pedagang China.
Tashkurgan memilki sejarah panjang sebagai salah satu tempat di Jalur Sutra. Jalur-jalur kafilah berpotongan di Tashkurgan dengan yang menuju Kashgar di utara, Yecheng di timur, Badakhshan dan Wakhan di barat, dan Chitral serta Hunza di barat daya (kini Gilgit-Baltistan, Pakistan).
Pada masa Dinasti Han dahulu, Tashkurgan adalah pusat dari Kerajaan Puli (蒲犁code: zh is deprecated ) yang disebut di dalam Kitab Han dan Kitab Han Akhir. Kerajaan Puli kemudian disebut pula sebagai Varshadeh.[1][2] Nama Kerajaan Manli (滿犁code: zh is deprecated ) yang disebutkan di Weilüe kemungkinan juga mengarah ke Tashkurgan.[3]
Beberapa ilmuwan meyakini bahwa menara batu yang disebutkan oleh Ptolemaeus dan catatn lainnya mengenai perjalanan di Jalur Sutra merujuk kepada Tashkurgan.[4] Tempat tersebut disebutkan sebagai titik tengah di jalur antara Eropa dan China. Akan tetapi, beberapa ilmuwan lainnya tidak setuju dengan anggapan tersebut. Titik paling mungkin menurut mereka terdapat di Lembah Alay.[5]
Tashkurgan dahulu juga menjadi ibu kota dari Kerajaan Sarikol (色勒库尔code: zh is deprecated ), sebuah kerajaan di wilayah Pegunungan Pamir, serta ibu kota dari Qiepantuo (朅盘陀code: zh is deprecated ) di bawah Kekaisaran Persia. Di ujung timur laut kota terdapat benteng besar yang disebut sebagai Istana Sang Putri yang berasal dari masa Dinasti Yuan (1279–1368) dengan beberapa kisah legendanya. Sebuah reruntuhan kuil api berada di dekat benteng tersebut.
Biksu Buddha Song Yun melintasi Tashkurgan sekitar tahun 500 lalu diikuti oleh Xuanzang sekitar tahun 649. Ketika Aurel Stein melewati Tashkurgan pada awal abad ke-20, ia menemukan bahwa Tashkurgan serupa dengan penggambaran yang dicatatkan oleh penjelajah-penjelajah terdahulu. Xuanzang di dalam catatannya mengenai Qiepantuo (dalam terjemahan oleh Samuel Beal) menuliskan bahwa, "Negara ini panjang kelilingnya sekitar 200 li; ibu kotanya berada di atas sebuah bukit batu di lereng gunung dan diairi oleh Sungai Œitâ. Panjang kelilingnya sekitar 20 li."[6][7] Penjelasan Xuanzang mengenai Qiepantuo di buku kedua belas dari Catatan Besar Tang tentang Wilayah Barat menceritakan kisah yang dapat menjelaskan asal nama dari Istana Sang Putri. Seorang putri Tionghoa Han dalam perjalanannya untuk menikahi Raja PErsia berlindung di atas sebuah batu tinggi di tengah kerusuhan yang saat itu terjadi. Seseorang membuatnya hamil. Bayi yang dilahirkannya tumbuh menjadi seorang raja yang kuat dan menjadi asal silsilah raja pada saat Xuanzang berkunjung. Stein mencatat sebuah versi berebda dari kisah tersebut yang berasal dari hasil kunjungannya sendiri yang menyebutkan bahwa putri tersebut merupakan anakn dari Raja Persia, Naushīrvān.[8][9]
Aurel Stein menilai bahwa berdasarkan kondisi medan dan reruntuhan yang ditemukan di sekitar Tashkurgan, benteng tersebut serta pemukiman yang mengelilinginya pernah menjadi pusat dari wilayah Sarikol, menguasai rute antara Oxus dan wilayah-wilayah oasis di Turkestan selatan.[10]
Tashkurgan memiliki iklim gurun dingin (Koِppen: BWk) yang dipengaruhi oleh ketinggiannya dengan musim dingin yang panjang dan dingin dan musim panas yang panas. Rata-rata suhu harian per bulan berkisar antara −119°C (−182,2°F) di bulan Januari hingga 164°C (327,2°F) di bulan Juli sementara rata-rata tahunan bernilai 358°C (676,4°F). Tashkurgan hanya menrima presipitasi sebanyak 68 milimeter (2,68in) per tahun.
Tashkurgan kini dilalui oleh Jalan Raya Karakoram yang mengikuti Jalur Sutra dahulu dari China menuju Pakistan dan merupakan kota terakhir sebelum perbatasan dengan jarak 120 kilometer (75mi) di Celah Khunjerab dari Sust, kota perbatasan di Pakistan.
↑Hill, John E. 2004. The Peoples of the West from the Weilüe魏略code: zh is deprecated by Yu Huan魚豢code: zh is deprecated : A Third Century Chinese Account Composed between 239 and 265 CE.
Hill, John E. (2009). Through the Jade Gate to Rome: A Study of the Silk Routes during the Later Han Dynasty, First to Second Centuries CE. John E. Hill. BookSurge. ISBN 978-1-4392-2134-1.