Tanamur adalah sebuah bekas kelab malam (diskotek) yang terletak di Gambir, Jakarta Pusat. Diresmikan oleh Ahmad Fahmy Alhady pada tahun 1970 dan beroperasi hingga tahun 2005, Tanamur merupakan salah satu kelab malam pertama di Jakarta[3] yang didirikan secara legal[4] dan juga menjadi salah satu kelab malam ternama di Indonesia.
Kelab malam ini menjadi dikenal luas karena sering dikunjungi oleh tamu-tamu ternama seperti artis/selebritas dalam atau luar negeri, serta suasana yang bersifat egaliter[5] dengan aturan yang longgar, serta arsitektur bercorak yang membedakannya dengan diskotek atau bar pada umumnya.[6]
Sejarah
Di bawah masa kepemimpinan GubernurAli Sadikin, Jakarta dibangun secara pesat dalam rangka memodernisasi kota untuk menjadi kota metropolitan, salah satunya adalah dengan cara menarik investor asing[7] serta mendorong bidang pariwisata. Perjudian serta pembangunan tempat-tempat hiburan seperti panti pijat (de factorumah bordil) dan kelab malam diizinkan untuk menghasilkan pajak yang dapat menjadi sumber pemasukan bagi provinsi DKI Jakarta[1] serta menarik para pekerja asing untuk tetap bertahan di Jakarta.[7]
Pengusaha tekstil keturunan Arab bernama Ahmad Fahmy Alhady, yang sedang menempuh pendidikan jurusan teknik industri di Jerman, melihat peluang untuk mendirikan sebuah tempat hiburan yang dapat dijangkau boleh berbagai lapisan masyarakat.[7] Ia pun memutuskan untuk menghentikan kegiatan studinya dan membangun sebuah diskotek.[8] Dengan modal dalam kisaran 20 hingga 25 juta rupiah,[9] ia merombak sebuah rumah tua yang berada di Tanah Abang bagian timur[6] dengan mengambil konsep dari berbagai diskotek di Amerika, Prancis, dan Jerman.[7][10] Setelah memenuhi syarat perizinan,[6] kelab malam Tanamur dibuka pada tanggal 12 November 1970.[5] Nama "Tanamur" merupakan akronim dari "Tanah Abang Timur". Pada masa awalnya, Tanamur sempat menyediakan hostess (pramuria perempuan).[1][11]
Penutupan
Setelah mengalami penurunan jumlah kehadiran pengunjung pada masa krisis moneter tahun 1997-1998, diperburuk dengan kejadian bom Bali 2002 yang secara tidak langsung memengaruhi jumlah tamu yang datang, Tanamur ditutup pada tahun 2005.[12]
↑"The tongples club". Tempo (dalam bahasa Indonesia). No.21. Jakarta: Tempo Inti Media (dipublikasikan 24 Juli 1971). 24 Juli. Diakses tanggal 27 Agustus 2020.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)