Prof.Dr.Hj.Sylviana Murni, S.H., M.Si. (lahir 11 Oktober 1958),[1] dikenal juga dengan sebutan "Mpok Sylvi", adalah seorang birokrat yang lama berkarier di lingkungan pemerintahan DKI Jakarta. Ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata DKI Jakarta pada tahun 2015 sampai 2016 dan juga pernah menjadi Wali Kota Jakarta Pusat periode 2008-2010.
Mpok Sylvi yang dilahirkan pada 11 Oktober 1958 di Jakarta, merupakan putri Betawi ketiga dari sepuluh bersaudara dari pasangan Betawi tulen, Kol. (purn) Drs. H. Dani Moerdjani (Ayah) dan Hj. Ni'mah (Ibu). Ayahnya berasal dari area Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur dan Ibunya merupakan kelahiran Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Ia tumbuh dalam lingkungan pendidikan militer yang kental dan kuat, dari ayahnya yang seorang perwira menengah TNI berpangkat Kolonel.[2]
Potret resmi Sylviana Murni sebagai Wali Kota Jakarta Pusat
Akademisi
Sejak diangkat menjadi RektorInstitut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Mpok Sylvi berjanji untuk meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi, peningkatan prestasi mahasiswa serta meningkatnya serapan para alumni dari kampus tersebut, sebagaimana disampaikannya dalam pidato pengukuhannya sebagai rektor sejak 31 Oktober 2024.[3][4]
Sejak 1 April 2008, ia dilantik sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Timur dan dilantik oleh gubernur saat itu, Fauzi Bowo. Dalam penunjukkan dilakukan dengan hati-hati, proses pengamatan yang mendalam, proses uji kelayakan oleh DPRD Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dimana sebelumnya dilakukan proses evaluasi internal oleh BAPERJAKAT - Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan. Semasa menjabat, ia terkenal suka blusukan ke pelbagai wilayah kerjanya tanpa protokoler, dan sering kali bersama-sama dengan suami dan putrinya, Monil Sylvi yang kala itu sedang menempuh pendidikan Kedokteran.[2]
Salah satu terobosan yang dilakukannya ketika menjabat adalah Pelayanan Malam Hari yang dikembangkan di Kelurahan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat sejak 27 Januari 2009. Pelayanan kepada warga ini dilakukan pada malam hari dengan jenis pelayanan yang cukup banyak, yaitu 23 jenis dan mendapatkan apresiasi dari Kolonel Thay Boon Kai dari Singapura.[2]
Mpok Sylvi juga pernah menjadi Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (2024-2029) dan menjabat sebagai Ketua Badan Akuntan Publik dan juga anggota Komite III yang memiliki tugas antara lain adalah memiliki penekanan di bidang agama, pendidikan, sosial, pariwisata dan kebudayaan.[10][11][12]