Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحلcode: ar is deprecated , translit.an-Naḥl, har.'Lebah') adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti "lebah" karena pada ayat 68 surah ini memuat ungkapan yang berbunyi, "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah", serta memuat manfaat madu lebah bagi manusia.[1]
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya. Hal ini dijelaskan oleh as-Suyuthi dalam asbabunnuzul-nya.[2]
Isi
Bukti-bukti kebesaran Allah dalam kehidupan alam semesta
Hanya kepada Allah bersujud segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, yaitu semua makhluk yang bergerak (bernyawa). Para malaikat (juga bersujud) dan mereka tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang (berkuasa) di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka). ۩
Surah ini memuat tantangan kepada para penyembah berhala, bahwa berhala sama sekali tidak menciptakan maupun memberikan apa-apa.[4][5] Surah ini memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada Allah atas anugerah bumi beserta segala kekayaan yang terkandung di dalamnya sehingga memberikan manfaat bagi manusia. Menurut surah ini, fenomena yang terjadi di alam, seperti laut, bintang, dan gunung, merupakan bukti kemahakuasaan Allah yang tak terbatas.[6] Ayat 66 membahas proses terbentuknya susu yang dihasilkan hewan ternak, ayat 67 membahas tentang pohon anggur, dan ayat 68 hingga 69 membahas lebah, yang memuat asal nama surah ini:
Sesungguhnya pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberi kamu minum dari sebagian apa yang ada dalam perutnya, dari antara kotoran dan darah (berupa) susu murni yang mudah ditelan oleh orang-orang yang meminumnya. Dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti. Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di pegunungan, pepohonan, dan bangunan yang dibuat oleh manusia. Kemudian, makanlah (wahai lebah) dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perutnya itu keluar minuman (madu) yang beraneka warnanya. Di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.