Joned diceritakan punya pengalaman menarik dengan masa puber pertamanya.
Halimah, sang ibu yang mengetahuinya lalu menceritakannya dengan Dahlan, suaminya. Mendengar hal itu Dahlan pun bahagia karena Joned telah tumbuh menjadi remaja. Ia berjanji akan mengajarkan Joned menjadi remaja yang baik.
Lalu ada Dania yang hadir sebagai siswi baru di sekolah Joned dan menjadi pusat perhatian siswa lain karena kecantikannya, tak terkecuali Joned. Suatu ketika Joned dan teman-teman sekolahnya mengikuti kegiatan study camp di sebuah kebun teh. Joned dan siswa lain baru menyadari kalau Dania menghilang.
Joned pun menemukan Dania yang sedang merintih kesakitan dan panik ketika melihat darah yang mengalir. Joned membantu Dania dan memberi tahu guru mereka. Bu Tiwi menjelaskan kalau Dania mengalami menstruasi yang menandakan kalau Dania sudah beranjak dewasa. Risal, ayah Dania, senang mendengar kabar tersebut.