Masyarakat sekitar bantaran sungai menilai bahwa air sungai Pendreh sudah tercemar sedang dan tidak layak untuk dikonsumsi dan mandi, namun masih dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Uji kualitas air sungai menampilkan hasil bahwa air sungai tercemar akibat kegiatan stockpile tambang batu bara.[3]
Terdapat satu jembatan gantung yang melintas di atas aliran sungai Pendreh, yang menghubungkan Desa Pendreh dengan Desa Lemo. Jembatan ini dibangun pada tahun 2020, sebagai pengganti jembatan gantung lama menggunakan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2019.[4]
Ekologis
Sungai Pendreh menjadi salah satu lokasi peningkatan stok benih ikan sebagai dukungan kelestarian perikanan di Kabupaten Barito Utara.[5] Sebanyak 26 ribu benih ikan dilepas di aliran Sungai Pendreh dan Danau Butong.[6]
Pinggiran Sungai Pendreh adalah habitat tanaman Kacuhui (Shorea spp) yang merupakan pohon inang dari Tabat Barito.[7]