Status kawasan hutan Pararawen sebelumnya adalah hutan lindung berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDH Tingkat I Provinsi Kalimantan Tengah No. Ek. 09/SK/VIII/1973 tanggal 15 Agustus 1973. Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 705/Kpts/Um/II/1979 tanggal 3 Nopember 1979, kawasan ini ditunjuk sebagai cagar alam dengan luas 6.000 ha yang terdiri dari Cagar Alam (CA) Pararawen I seluas 2.000 ha dan CA Pararawen II seluas 4.000 ha. Kawasan ini kemudian dikukuhkan/ditetapkan dengan SK Menhut Nomor: 85/Kpts-II/1999 tanggal 25 Februari 1999 tentang Penetapan Cagar Alam Pararawen I dan II dengan luas total 5.855 ha, terdiri dari CA Pararawen I seluas 2.015 ha dan CA Pararawen II seluas 3.840 ha.[2][3]
Letak
Secara geografis CA Pararawen berada di antara 00º37’-01º02’ LS dan 114º44’-114º50’ BT. Sedangkan secara administrasi pemerintahan berada pada wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara. Desa sekitar kawasan yaitu Dusun Pararawen Desa Pendreh dan Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah.[2]
Timur: Desa Lemo I, Desa Lemo II dan Desa Pendreh.
Panjang batas kawasan 40,05km, dengan jumlah pal batas sebanyak 401 buah.[2]
Aksesibilitas
Akses menuju kawasan Cagar Alam Pararawen I dan II dapat ditempuh melalui jalur udara Palangkaraya – Muara Teweh (± 45 menit), dan dari Muara Teweh dilanjutkan dengan kendaraan air (30 menit) dan melalui darat (20 menit).[1]:70
Keadaan fisik lapangan
Topografi pada daerah ini berupa dataran rendah hingga berbukit dengan kelerengan 26% s/d 40%, sedangkan ketinggian tempat berkisar antara 0 – 380 m dpl. Bagian timur dan utara umumnya merupakan dataran rendah, sedangkan daerah yang agak curam terdapat di sebelah barat dan selatan. Jenis tanahnya podsolik merah kuning dengan batuan induk, batuan beku dan endapan, bisiosoad bukit dan pegunungan lipatan. Geologi termasuk dalam formasi Paleogon dan Kwarter. Curah hujan 3.000mm/th di bagian selatan - lebih dari 4.000mm/tahun di bagian utara. Termasuk iklim tropis yang lembap dan panas, yang dipengaruhi oleh musim hujan dan musim kemarau. Tipe iklim tropika basah (A) berdasarkan Schmidt-Ferguson, kelembaban nisbi (RH) rata-rata 85% pertahun dan suhu tertinggi 35°C dan suhu terendah mencapai 20°C. Sumber daya lain di daerah ini berupa pemandangan/panorama alam.[2]
Flora dan fauna
Vegetasi di wilayah ini tergolong ke dalam tipe ekosistem hutan hujan tropika perbukitan yang didominasi oleh suku Dipterocarpaceae.[4]
Berikut ini adalah daftar nama-nama flora dan fauna yang teridentifikasi di kawasan CA Pararawen I dan II.[2]
Dalam rangka pelestarian satwa satwa dilindungi CA Pararawen juga sebagai tempat melepas-liarkan satwa-satwa yang disita atau diserahkan oleh masyarakat.[5][6][7][8][9]