Sungai Enim menjadi muara dari banyak anak sungai yang semuanya bersumber dari pegunungan Bukit Barisan. Salah satu sumber mata airnya berasal dari Danau Tumutan Tujuh yang berada di Gunung Patah.[2]
Daerah Aliran
Aliran Sungai Enim dari hulu hingga hilir berada di Kabupaten Muara Enim.[butuh rujukan]
Berikut kecamatan-kecamatan di Kabupaten Muara Enim yang dilalui Sungai Enim berdasarkan urutan dari kawasan hulu ke kawasan hilir:[butuh rujukan]
Di tepian aliran Sungai Enim, tepatnya di Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, terdapat lokasi tambang batu bara milik perusahaan pertambangan BUMN, yakni PT Bukit Asam Tbk.[butuh rujukan]
Muara
Sungai Enim bermuara ke Sungai Lematang. Lokasi muaranya dijuluki "Muara Enim". Dahulu, daerah pertemuan Sungai Enim dan Sungai Lematang merupakan daerah yang cukup ramai karena saat itu sungainya dapat dilayari kapal-kapal roda lambung (disebut juga kapal marrie) yang menghubungkan Palembang dengan daerah-daerah pedalaman. Kapal-kapal tersebut berlayar dengan membawa aneka hasil bumi, utamanya karet dan kopi, untuk diperdagangkan.[3] Karena lokasinya yang strategis itulah lambat laun daerah sekitar muara Sungai Enim berkembang menjadi kota kecil dan pusat pemerintahan setingkat kabupaten. Nama "Muara Enim" yang awalnya digunakan untuk menyebut daerah sekitar muara Sungai Enim kini meluas menjadi nama resmi sebuah kabupaten yang sebelumnya bernama Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah.[4]
Muara Sungai Enim kini berada di wilayah Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim. Di sekitarnya berdiri berbagai bangunan kantor pemerintahan kabupaten. Meskipun sungainya sudah tidak bisa dilayari kapal roda lambung akibat pendangkalan sungai, kawasan hilir Sungai Enim masih menjadi daerah yang ramai hingga kini. Kecamatan Muara Enim sebagai ibukota kabupaten tercatat sebagai kecamatan yang memiliki jumlah kepadatan penduduk tertinggi se-Kabupaten Muara Enim, disusul kemudian oleh Kecamatan Lawang Kidul.[5]
Sedangkan Sungai Lematang yang menjadi muara Sungai Enim merupakan anak dari Sungai Musi dan menjadi salah satu dari delapan sub Daerah Aliran Sungai (Sub-DAS) Musi.[6] Sungai Lematang juga dikenal sebagai Batanghari Sembilan, atau sembilan sungai besar yang mengalir di Sumatera Selatan.[butuh rujukan]
Pemanfaatan Sungai
Sumber air baku PDAM Lematang Enim, Kabupaten Muara Enim[butuh rujukan]
↑Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (2007). Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Muara Enim. hlm.11 (Bab II). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)