Halaman ini baru saja dibuat. Pembuatnya sudah memahami panduan kelayakan Wikipedia dan membuat halaman ini dengan niat baik. Halaman ini mungkin masih perlu banyak disunting untuk memenuhi standar. Mohon jangan terburu-buru menambahkan tanda untuk dihapus, tetapi kunjungi lagi artikel ini dalam waktu dekat dan/atau hubungi pembuatnya untuk memperjelas tujuan pembuatannya. Jika pembuat artikel ini telah mengabaikan halaman ini atau tidak merespon komunikasi, Anda dapat mempertimbangkan untuk menghapus atau memindahkannya ke subhalaman pengguna yang bersangkutan.
Sugiarto Murbantoko (lahir 22 Juni 1927) adalah ketua umum Partai Murba yang terakhir sebelum partai tersebut berfusi dengan PNI, Parkindo, dan Partai Katolik untuk membentuk PDI pada 1973. Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota DPR RI dan pada 1971 terpilih menjadi anggota MPR RI mewakili Partai Murba. Murbantoko menjadi anggota Partai Murba sejak partai tersebut didirikan pada 1948.
Biografi
Masa muda
Murbantoko lahir di Semarang pada 22 Juni 1927. Tak banyak yang diketahui dari masa kecil dan remajanya, selain bahwa ia menempuh pendidikannya di Taman Siswa dan lulus pada 1942. Tiga tahun setelahnya, Murbantoko menjadi pembantu harian Berita Indonesia dan menetap di Jakarta. Pada masa awal kemerdekaan, ia bergabung dengan Angkatan Pemuda Indonesia (API) di sana. Karena API termasuk salah satu dari tujuh laskar pemuda yang membentuk Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) pada 10 November 1945, maka secara otomatis Murbantoko menjadi anggota Pesindo.[1][2]
Dua tahun kemudian, ia menetap di Karesidenan Malang dan bergabung dengan Laskar Buruh Indonesia cabang setempat.[1] Ketika Partai Murba didirikan pada 7 November 1948, Murbantoko bergabung dengan partai itu dan menjadi ketua cabang di Malang.[3] Di saat yang sama, ia juga bekerja sebagai wartawan di Siaran Daerah Karesidenan Malang.[1] Selain itu, Murbantoko juga aktif dalam Gabungan Pembela Proklamasi (GPP), sebuah gabungan laskar yang diinisiasi oleh Tan Malaka dan tokoh-tokoh Partai Murba lainnya.[4]
Poeze, Harry A. (2014). Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia. Jilid IV: September 1948–Desember 1949. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan KITLV-Jakarta. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Soelias, Norman Joshua (2016). Pesindo: Pemuda Sosialis Indonesia, 1945-1950. Serpong: Marjin Kiri. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)