Sejak dioperasikan jalur ganda segmen Tanjung Enim Baru–Tanjung Rambang pada 9 Juni 2014, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus. Jalur-jalur ini sangat cukup untuk menampung KA batu bara, terutama babaranjang maupun batu bara Sukacinta.[4][5] Stasiun ini tidak memiliki peron.
Sekitar 2,3km ke arah barat stasiun ini, terdapat percabangan menuju pabrik milik PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper (TEL), tepatnya di pos blok intermediate Tebat Agung. Jalur ini digunakan untuk pemberangkatan angkutan pulp PT TEL dari dan tujuan Tarahan.[6] Sejak dioperasikannya persinyalan elektrik di lintas Prabumulih-Muara Enim per 27 September 2021, pos blok Tebat Agung resmi dinonaktifkan dan operasional percabangan menuju PT TEL kini menggunakan sinyal langsir yang dikendalikan dari stasiun ini. Layanan ini telah dirintis sejak 1999, bersamaan dengan peresmian pabrik kertas tersebut.[7] Selain itu, stasiun ini juga tetap melayani penyusulan antarkereta api.
↑PT Kereta Api Indonesia (Persero) (2019). Selayang Pandang Divre III Palembang(PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 2020-10-26. Diakses tanggal 2020-10-23.