Memiliki ukuran yang kecil berfasad kayu jati dengan tetap mempertahankan gaya arsitektur stasiun khas zaman Belanda, Stasiun Laut Tador hanya melayani persilangan dan penyusulan antarkereta api saja, bukan untuk melayani naik turun penumpang. Hingga kemudian sejak Gapeka 2025 diterapkan, stasiun ini kembali melayani penumpang sejak 1 Februari 2025 dengan kereta api Datuk Belambangan. Mempersiapkan pengoperasian tersebut, bangunan lama stasiun pun direnovasi dan dilakukan pengecatan ulang dengan tampilan bangunan yang lebih modern.[3]
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025.[4]