Stasiun ini merupakan stasiun kelas besar yang memiliki kompleks Dipo gerbong (KDG), Dipo lokomotif, meja putar lokomotif, menara air dan Percabangan menuju Kuala Langsa.[3][4]
Dahulu stasiun ini memiliki bangunan stasiun yang besar, tetapi sayangnya pada tahun 2000an, stasiun ini terbakar hebat dan hanya menyisakan lapangan hijau, kini telah berubah menjadi Taman Stasiun kota Langsa yang dibangun oleh pemerintah kota Langsa pada tahun 2016-2018.
Sejarah
Awalnya layanan kereta api di stasiun ini adalah kereta api "Puteri Bungsu" yang menghubungkan Langsa dengan Besitang, kemudian diturunkan 8 lokomotif diesel NCM untuk mendukung layanan tersebut. Namun, pada tahun 1978, karena banyaknya lokomotif yang rusak, akhirnya jalur kereta api langsa—Besitang pun mati, dan jalur kereta api aktif di aceh hanya menyisakan Jalur menuju Kuala Langsa. Malang tak dapat ditolak, karena nilai ekonomi terus menurun, dan lokomotif NCM mulai rusak, dan tidak mungkin diperbaiki kembali, maka pada lintas pendek itupun terpaksa dihentikan dan menjadi titik akhir dari Jalur Kereta Api Lintas Aceh.[5][6]
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).