Lua error in Modul:Mapframe at line 382: Unable to get latitude from input '<span style="font-size:100%" class="error"><span style="font-size:100%" class="error"><span style="font-size:100%" class="error">{{WikidataCoord}} – missing coordinate data</span> – missing coordinate data</span> – missing coordinate data</span>'..
Berbeda dengan stasiun lainnya di Madura yang dibangun oleh Madoera Stoomtram Maatschappij, Stasiun Labang dibangun bersamaan dengan pembukaan segmen baru Kamal–Telang–Labang–Kwanyar yang dibangun untuk menggantikan segmen Bangkalan–Tanah Merah–Kwanyar dan Kamal–Batuporon–Kwanyar.
Ruas-ruas jalur itu kemungkinan dibongkar oleh pekerja romusa untuk kepentingan perang.[3] Beberapa catatan menuliskan bahwa Rikuyu Sokyoku membuatkan jalur pengganti Telang–Sukolilo Baru karena jalur yang melewati Batuporon merupakan kawasan militer khusus yang dijaga ketat.[4][5]
Bangunan stasiun eksisting yang masih bertahan sampai saat ini memiliki kemiripan arsitektur dengan stasiun-stasiun kereta api di Daop VII Madiun. Stasiun ini dinonaktifkan bersama dengan semua stasiun di jalur kereta api lintas Madura pada tahun 1984–1987 karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum.[6]
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).