Awalnya stasiun ini memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Sejak jalur ganda segmen Tanjung Enim–Tanjung Rambang beroperasi, jalur 1 yang merupakan sepur belok dijadikan sebagai sepur lurus arah Muara Enim, sedangkan jalur 2 eksisting dijadikan sepur lurus arah Prabumulih. Jalur tersebut dibatasi dengan wesel penghubung dan memiliki jalur 3 sebagai sepur belok baru, sehingga kini stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api. Stasiun ini tidak memiliki peron. Jalur-jalur ini sangat cukup untuk menampung KA batu bara, terutama babaranjang, barapati maupun baraswasta.[3][4]
Dengan selesainya jalur ganda ini, sudah tidak ada lagi persilangan antarkereta api yang dilayani. Sejak Februari 2022, stasiun ini kini menjadi terminus dari angkutan baraswasta baru dari PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE) relasi Gunung Megang–Simpang PP. Selain itu, stasiun ini juga tetap melayani penyusulan dan antrean antarkereta api.