Stasiun Bayeman (BYM) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Dungun, Tongas, Probolinggo; termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember pada ketinggian +6 meter. Stasiun ini merupakan stasiun yang letaknya paling barat di Kabupaten Probolinggo, berdekatan dengan Pasar Bayeman dan RSUD Tongas. Meskipun bernama "Bayeman", stasiun ini tidak terletak di Desa Bayeman yang berbatasan langsung dengan Desa Dungun di sebelah barat. Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.
Dahulu, Stasiun Bayeman tidak hanya melayani angkutan penumpang saja. Tetapi juga melayani angkutan barang terutama komoditas gula dari Pabrik Gula Bayeman (Suikerfabriek Baijeman) yang berada di sebelah timur stasiun, ini terbukti dengan adanya bangunan gudang di sebelah barat bangunan stasiun. Gudang tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan barang sebelum diangkut ke dalam kereta api.
Ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Grati, terdapat Stasiun Nguling yang sudah lama dinonaktifkan karena letaknya yang dianggap kurang strategis.
Saat ini tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persilangan dan penyusulan antarkereta api.
Galeri
Peron stasiun, sekitar 2012
Bangunan stasiun sisi timur, 2020
Peron stasiun, 2020
Insiden
Pada 1 Oktober2024, pukul 08.50 WIB, kereta api Pandalungan relasi Gambir–Jember menabrak sebuah truk bermuatan pakan ternak di sebelah barat Stasiun Bayeman, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Insiden ini menyebabkan kerusakan pada bagian depan lokomotif CC203 95 08 Depo Induk PWT. Tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut, tetapi masinis, asisten masinis, dan satu petugas yang turut jalan di lokomotif kereta api Pandalungan mengalami luka-luka.[5][6]
↑Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1926. hlm.154–156.
↑Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia"(PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).