Putri Sri Sulalai (bahasa Thai:ศรีสุลาไลย, ศรีสุลาลัยcode: th is deprecated ; RTGS: Si Sulalai) atau Putri Sri Suralai (bahasa Thai:ศรีสุราลัย, ศรีสุราไลยcode: th is deprecated ; RTGS: Si Suralai, 1770–1837) atau resminya Cik Puan Kehormatan Riam (bahasa Thai:เจ้าจอมมารดาเรียมcode: th is deprecated ), adalah selir Raja Buddha Loetla Nabhalai (Rama II dari Rattanakosin).
Keluarganya adalah Muslim dari bagian selatan kerajaan tersebut, dan nama versi pendeknya adalah "Maryam", sebuah nama Arab.Ia menikah dengan Pangeran Isarasundhorn (kemudian Raja Rama II) sebagai selir tingkat 2 dan melahirkan Pangeran Tub (kemudian Pangeran Jessadabodindra) pada tahun 1787.
Pada tahun 1809, Pangeran Isarasundhorn dinobatkan sebagai raja bergelar Buddha Loetla Nabhalai. Cik Puan Kehormatan Riam pindah ke Istana Raja di Bangkok dan mengepalai urusan dapur istana. Pangeran Jessadabodindra dipercaya oleh raja untuk menangani berbagai urusan kenegaraan. Pada tahun 1824, Raja Buddha Loetla Nabhalai mangkat. Menurut tradisi, takhta akan diberikan kepada Pangeran Mongkut, putra dari Ratu Sri Suriyendra. Namun, kaum bangsawan malah menobatkan Pangeran Jessadabodindra karena ia telah mengabdi kepada raja di Kromma Tha (Kementerian Perdagangan dan Luar Negeri) selama bertahun-tahun dan terbukti mampu memerintah. Pangeran Jessadabodindra naik takhta menjadi Raja Nangklao.
Ketika putranya dimahkotai, Chao Chom Manda Riam diangkat menjadi Krom Somdet Phra Sri Sulalai (Y.M Putri Ibu Sri Sulalai), sebagai anggota kerajaan. Raja Nangklao juga membangun sebuah masjid untuknya. Ia wafat pada tahun 1837.