Spondylus atau secara lokal dikenal dengan nama ngimin atau tiram duri adalah genusmoluskabivalvia yang juga merupakan satu-satunya genus dalam famili Spondylidae.
Sejarah evolusi
Genus Spondylus pertama kali muncul pada era Mesozoikum. Terdapat sekitar 40 spesies Spondylus punah yang telah ditemukan.[2]
Karakteristik
Spondylus merupakan hewan penyaring. Hewan dewasa menempel di substrat yang keras, dilindungi oleh duri-duri tajam, dan dapat menghasilkan mutiara.[3] Jenis substrat yang ditempeli oleh hewan ini berbeda-beda tergantung spesiesnya: banyak yang menempel ke terumbu karang, sementara yang lain (khususnya S. spinosus) dapat dengan mudah beradaptasi di struktur buatan manusia.
Kegunaan
Bukti arkeologis menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di Eropa pada masa Neolitikum memperdagangkan cangkang S. gaederopus untuk membuat gelang dan ornamen-ornamen lainnya.[4] Cangkang ini terutama digunakan pada periode 5350 hingga 4200 SM.[4] Sementara itu, S. crassisquama dapat ditemui di pesisir Kolombia dan Ekuador dan merupakan objek yang penting bagi peradaban-peradaban di Andes pada zaman Pra-Kolumbus; cangkang hewan tersebut dijadikan persembahan untuk Pachamama dan mata uang.[5] Cangkang ini diperdagangkan hingga ke wilayah Meksiko di utara dan wilayah Andes tengah di selatan.[6]
↑Carter, Benjamin. "Spondylus in South American Prehistory" in Spondylus in Prehistory: New Data and Approaches. Ed. Fotis Ifantidis and Marianna Nikolaidou. BAR International Series 2216. Oxford: Archaeopress, 2011: 63-89.
↑Shimada, Izumi. “Evolution of Andean Diversity: Regional Formations (500 B.C.E-C.E. 600). The Cambridge History of the Native People of the Americas. Vol. III, pt. 1. Ed. Frank Salomon & Stuart B. Schwartz. Cambridge: Cambridge University Press, 1999: 350-517, terutama. "Mesoamerican-Northwest South American Connections", hlm. 430-436.