Sonny pertama bergabung dengan Partai Buruh pimpinan Muchtar Pakpahan dan menjadi sekretaris jenderalnya mulai tahun 2002 sampai 2010, menggantikan Tohap Simanungkalit. Sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Sonny mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai presiden pada bursa pemilihan presiden tahun 2009, dan kemudian pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto dalam pemilihan umum.[2]
Pada tahun 2010, Muchtar Pakpahan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Buruh pasca-kegagalan Partai Buruh lolos masuk ke dalam DPR RI dalam pemilihan umum legislatif 2009.[3] Mundurnya Muchtar Pakpahan yang masih memiliki sisa masa jabatan sampai tahun 2011 memaksa Partai Buruh untuk mengadakan kongres. Dalam kongres tersebut, Sonny terpilih menjadi ketua umum secara aklamasi setelah mengalahkan Mayor Jenderal (Purn.) Syamsu Djalal yang pencalonannya dianulir karena tidak hadir dalam kongres.[4]
Semasa Sonny menjabat sebagai ketua umum, Partai Buruh gagal lolos verifikasi untuk mengikuti pemilihan umum 2014, dan setelahnya menjadi non-aktif sampai tahun 2021.
Setelah Partai Buruh berstatus non-aktif, pada tahun 2017 Sonny masuk ke Partai Berkarya dan menjabat sebagai Ketua Harian DPP.[5] Ia menduduki jabatan tersebut sampai tahun 2020.
Pada tahun 2021, Sonny yang secara hukum masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Buruh lama (yang non-aktif) ikut serta dalam membangkitkan kembali Partai Buruh di bawah kepemimpinan Said Iqbal sebagai ketua umum. Dalam struktur Partai Buruh yang baru, Sonny menjabat sebagai Ketua Majelis Rakyat (Badan Pendiri), sebuah organisasi yang ex officio menghimpun perwakilan dari pengurus Partai Buruh yang lama.[6]
Dalam struktur serikat buruh, Sonny menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Serikat Buruh Perjuangan Indonesia (MPO SBPI) periode 2021-2027.[5]