Araneta Coliseum, yang saat ini juga dikenal melalui hak penamaan sponsor sebagai Smart Araneta Coliseum, adalah sebuah arena olahraga serbaguna dalam ruangan yang menjadi bagian dari kawasan Araneta City di wilayah Cubao, Quezon City, Filipina. Dijuluki sebagai "Kubah Besar" (bahasa Inggris:The Big Domecode: en is deprecated ), bangunan ini merupakan salah satu arena dalam ruangan terbesar di Asia, sekaligus salah satu kubah dengan bentang lebar (clear span) terbesar di dunia. Struktur kubahnya berukuran sekitar 1.080 meter (3.540ft), yang menjadikannya kubah terbesar di Asia sejak pembukaannya pada tahun 1960 hingga tahun 2001, ketika posisinya dilewati oleh Stadion Ōita di Jepang dengan ukuran kubah sekitar 2.740 meter (8.990ft).
Smart Araneta Coliseum terutama digunakan untuk berbagai olahraga dalam ruangan seperti bola basket. Arena ini menjadi lokasi utama pertandingan Asosiasi Bola Basket Filipina (PBA).[9]
Selain itu, Kubah Besar juga dipakai untuk berbagai kegiatan lain, termasuk tinju, sabung ayam, konser lokal dan internasional, pertunjukan sirkus, acara keagamaan, serta kontes kecantikan.[10]
Sejarah
Coliseum Araneta saat masa konstruksiColiseum Araneta pada era 1960-an
Pada masa itu, Araneta membayangkan sebuah arena serbaguna besar yang terinspirasi dari Madison Square Garden di New York City serta Colosseum di Roma, Italia. Gagasan tersebut mendapat kritik dari penasihat bisnisnya, bahkan dari teman-teman dekatnya sendiri.[11]
Visi inilah yang kemudian mendorong pembangunan berbagai gedung komersial dan hunian di sekitar koliseum, yang pada akhirnya berkembang menjadi kawasan pusat Araneta Center, yang kini dikenal dengan nama Araneta City.[12][13]
The Araneta Coliseum dibangun antara tahun 1957 hingga akhir 1959, dirancang dan dikerjakan oleh arsitek Dominador Lacson Lugtu dan insinyur Leonardo Onjunco Lugtu. Dari tahun 1960 hingga 1963, bangunan ini diakui sebagai koliseum beratap terbesar di dunia.[14] Hingga kini, bangunan tersebut tetap menjadi salah satu kubah bentang bebas terbesar di dunia, dengan diameter kubah mencapai 108 meter.[15][16]
Coliseum ini resmi dibuka pada 16 Maret 1960, dengan pertandingan tinju Gabriel "Flash" Elorde melawan Harold Gomes untuk gelar Juara Dunia Kelas Bulu Super. Harga tiket saat itu adalah ₱0,80 untuk kelas umum dan ₱5 untuk area cadangan.[8] Jumlah penonton yang berusaha masuk jauh melebihi kapasitas gedung, yang hanya mampu menampung 36.000 orang, sementara total pengunjung mencapai sekitar 50.000 orang.[8]
Saat pembukaan, coliseum juga memiliki sebuah kolam renang dan gazebo yang terletak di lokasi yang kini menjadi Araneta City Parking Garage South dan Novotel Manila Araneta City. Namun, fasilitas tersebut ditutup beberapa tahun kemudian.[17]
Pada malam 16 November 1963, beberapa hari setelah Pemilihan umum Filipina 1963, mantan Gubernur Quezon, Claro Robles, mencoba menembak manajer kampanyenya, Eladio Caliwara—anggota kongres dari Distrik kongres ke-2 Quezon—di dalam arena. Insiden itu dilaporkan terjadi karena Caliwara menjulukinya sebagai seorang "pembelot". Keduanya sedang berada di venue untuk menyaksikan pertandingan antara Elorde dan Love Allotey.[18]
Di antara sejumlah acara penting yang pernah digelar di arena ini adalah FAMAS ke-11 dan ke-34, pertandingan tinju legendaris "Thrilla in Manila" tahun 1975 antara Muhammad Ali dan Joe Frazier—di mana arena sementara waktu berganti nama menjadi "Philippine Coliseum"—serta ajang tahunan kontes kecantikan Binibining Pilipinas. Pada pertandingan Thrilla in Manila, seluruh 36.000 kursi yang tersedia untuk penonton langsung terjual habis.[19]
Selain pertandingan tinju, Philippine Basketball Association (PBA) juga menjadikan Araneta Coliseum sebagai lokasi utama untuk sebagian besar pertandingan mereka sejak liga tersebut berdiri pada 1975.[20] Arena ini juga menjadi tuan rumah beragam ajang bola basket lainnya, termasuk FIBA World Championship 1978, pertandingan eksibisi tahun 1979 antara Washington Bullets, juara NBA 1978, melawan tim pilihan PBA, serta Kejuaraan Bola Basket Remaja Asia 1982 di mana Filipina mengalahkan Tiongkok pada partai final.[21]
Arsitektur dan desain
Pintu masuk utama Araneta Coliseum.
Araneta Coliseum adalah sebuah arena dalam ruangan yang dirancang oleh Dominador Lacson Lugtu. Venue olahraga ini memiliki kubah bentang lebar dengan diameter 108 meter (354ft) sebagai atapnya.[14] Puncak kubah mencapai ketinggian 37 meter (121ft).[22] Struktur bangunan ini disangga oleh 48 kolom beton dan 48 rangka baja.[23] Area lantainya seluas 2,300 meter persegi (24,76sqft).[14]
Richard de Leon dari Atlantic, Gulf and Pacific menangani rangka baja arena tersebut—sebanyak 4.965 lembar aluminium dengan ukuran ketebalan berukuran 73 x 12 x 24 meter (240ft ×39ft ×79ft) dibuat untuk kebutuhan ini. Selain itu, kayu yang diperlunak dengan pembengkokan uap dari berbagai jenis kayu keras Filipina seperti apitong, tangile dan narra dirangkai menggunakan teknik lidah dan alur sebagai penopang tambahan.[23]
Rekor kehadiran
Pada pembukaan resminya pada 16 Maret 1960, pertandingan tinju antara Gabriel "Flash" Elorde dan Harold Gomes menarik penonton hingga kapasitas penuh sebanyak 36.000 orang yang menyaksikan langsung di dalam arena. Namun, jumlah total masyarakat yang datang ke kompleks koliseum dan berusaha membeli tiket diperkirakan mencapai sekitar 50.000 orang. Situasi serupa kembali terjadi pada 1 Oktober 1975 saat berlangsungnya Thrilla in Manila. Koliseum kembali dipadati lebih dari 36.000 penonton meskipun suhu di dalam arena sangat panas dan lembap.[8][19]