Sindrom CushingGejala Sindrom Cushing[1]Increased hair and stria in a 30 year old female patient with iatrogenic Cushing's syndromeDiagram dengan legenda menunjukkan kelenjar adrenal, ginjal dan ureter, serta vena cava inferior dan ginjal, serta aorta dan arteri ginjal.
Sebagian besar kasus sindrom Cushing disebabkan oleh penggunaan obatglukokortikoideksogen (iatrogenik), tetapi ada juga yang disebabkan oleh produksi kortisol yang berlebihan secara endogen. Semua mekanisme tersebut mengarah pada kondisi kelebihan kortisol dalam tubuh.[6]
Gejala yang menjadi ciri khas dari sindrom Cushing adalah peningkatan berat badan akibat akumulasi lemak di bagian tubuh tertentu, terutama di area perut, wajah (moon face), serta leher belakang dan punggung bagian atas (sering disebut sebagai "buffalo hump").[12] Berikut adalah beberapa gejala dari sindrom Cushing:[13]
↑(Inggris)"The prevalence of pituitary adenomas: a systematic review". Department of Medicine, University of Toronto and Mount Sinai Hospital; Ezzat S, Asa SL, Couldwell WT, Barr CE, Dodge WE, Vance ML, McCutcheon IE. Diakses tanggal 2011-04-20.