Pada awal abad ke-20 ia mengembangkan banyak teknik dasar bedah otak. Berkat dia, bedah otak menjadi disiplin baru ilmu bedah yang mandiri. Prestasinya termasuk:
meningkatkan tingkat keselamatan pasien operasi otak untuk tumor intrakranial (di dalam tengkorak)
menggunakan rangsangan listrik untuk mempelajari korteks sensori manusia
sebagai pengajar ilmu bedah otak tingkat dunia pada awal abad ke-20.
Nama Cushing sering dihubungkan dengan temuannya yang paling terkenal, yaitu Sindrom Cushing. Pada tahun 1912 ia menemukan sindrom tersebut, yaitu penyakit endokrinologis yang disebabkan tidak berfungsinya kelenjar pituitari.
Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.