Silvano Christian memulai karier profesionalnya saat menandatangani kontrak dan bergabung dengan tim Red White Racing (RWR) pada tahun 2010 hingga tahun 2012.[3][4] Ia keluar sebagai juara pertama pada kompetisi Asia Max Challenge round 2 di Elite Karting Circuit, Selangor, Malaysia pada Maret 2012, bertanding melawan 27 pembalap dari berbagai negara di Asia.[5]
Selanjutnya Silvano bergabung dalam tim Universitas Indonesia (UI) Racing Team dan bekerja sama dengan Stratos Motorsports untuk kejuaraan Asia dan Indonesia. Pada tahun 2015 ia berhasil menjadi yang terbaik di kelasnya dengan menjuarai kejuaraan nasional dan Rotax Max Challenge Indonesia. Hingga tahun 2015, Silvano enam kali menjadi perwakilan Indonesia di ajang World Final Max Challenge yang diadakan di Italia, Mesir, Spanyol, dan Portugal, dengan pencapaian terbaik finis di posisi 18 dari 72 pembalap — menjadikannya pembalap pertama yang finis dalam posisi 20 besar dalam 5 tahun terakhir saat itu.[5]
Karier bisnis
Silvano bergabung dengan Dapur Cokelat pada tahun 2019 sebagai Head of Business Development, kemudian juga merangkap Head of Marketing, di tengah masa pandemi COVID-19 yang menuntut adaptasi cepat model bisnis.[1][6] Bersama pendiri dan Komisaris Dapur Cokelat, Ermey Trisniarty, ia berperan dalam digitalisasi usaha — termasuk kerja sama dengan GoJek dan Grab serta perluasan titik *delivery point* — yang berkontribusi pada pemulihan performa perusahaan.[7]
Pada Maret 2023, ia ditunjuk sebagai Chief Executive Officer Dapur Cokelat, memimpin sekitar 750 karyawan.[2][8]
Penghargaan
Pada tahun 2023, Silvano masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia pada kategori The Arts (Seni), yang mengakui 300 tokoh muda berpengaruh di kawasan Asia-Pasifik berusia di bawah 30 tahun.[1][9] Pada tahun yang sama, ia juga masuk dalam daftar Prestige Indonesia 40 Under 40, yang menyoroti perjalanannya dari pembalap gokart menjadi CEO Dapur Cokelat serta pendekatan berbasis data dan strategi digital yang ia terapkan untuk membawa perusahaan dari masa bertahan menuju ekspansi selama pandemi.[10]
Pendidikan
Silvano Christian adalah lulusan jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Indonesia.[5] Sebelumnya, ia mengenyam pendidikan SMA di Kolese Kanisius dan lulus pada tahun 2011.[6]