Shuichi Abe (阿部 守一code: ja is deprecated , Abe Shuichi, lahir 21) adalah seorang politikus dan mantan birokrat senior asal Jepang yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Prefektur Nagano. Sejak pertama kali terpilih pada tahun 2010, Abe telah memimpin prefektur pegunungan ini selama empat periode berturut-turut, menjadikannya salah satu gubernur dengan masa jabatan terlama yang masih aktif di Jepang. Ia dikenal karena pendekatannya yang sangat inklusif, sering kali mendapatkan dukungan lintas partai dari spektrum politik yang berbeda, mulai dari konservatif hingga progresif. Fokus utamanya adalah menjadikan Nagano sebagai model nasional untuk masyarakat yang sehat, panjang umur, dan ramah lingkungan, sembari memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana alam yang sering melanda kawasan pegunungan tersebut.[1]
Kehidupan awal dan pendidikan
Fakultas Hukum Universitas Tokyo, tempat Abe menempuh pendidikan hukumnya.
Abe lahir di Kunitachi, sebuah kota satelit di Tokyo. Ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Tokyo dan lulus pada tahun 1984. Ketertarikannya pada tata kelola publik membawanya langsung ke dunia birokrasi nasional segera setelah lulus, di mana ia mulai mengasah kemampuan administratifnya di Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi (Sōmushō).[2]
Karier birokrasi dan transisi politik
Sebelum menjadi gubernur, Abe memiliki karier yang panjang di pemerintahan pusat dan daerah:
Kementerian Urusan Dalam Negeri: Menangani berbagai kebijakan desentralisasi dan pendanaan publik daerah.
Wakil Gubernur Nagano: Ia sempat dikirim ke Nagano untuk menjabat sebagai Wakil Gubernur di bawah kepemimpinan Yasuo Tanaka (2001–2004). Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang isu-isu lokal Nagano sebelum ia akhirnya mencalonkan diri sendiri.
Pemerintah Kota Yokohama: Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal di kantor pemerintahan Yokohama, yang memperkaya pengalamannya dalam manajemen kota besar.[3]
Gubernur Prefektur Nagano
Kantor Pemerintah Prefektur Nagano di Kota Nagano, pusat administrasi Abe.
Kebijakan Utama
Abe terpilih sebagai gubernur pada tahun 2010 dan terus memenangkan pemilihan ulang pada 2014, 2018, dan 2022. Kebijakan unggulannya meliputi:
"Shinshu Zero Carbon": Inisiatif ambisius untuk menjadikan Nagano bebas emisi karbon pada tahun 2050, memanfaatkan potensi energi hidroelektrik dan biomassa hutan lokal.
Strategi Panjang Umur (Long-life Nagano): Mempertahankan reputasi Nagano sebagai prefektur dengan angka harapan hidup tertinggi di Jepang melalui promosi pola makan sehat dan aktivitas sosial bagi lansia.
Manajemen Krisis Bencana: Memimpin upaya rekonstruksi besar-besaran setelah terjangan Topan Hagibis pada tahun 2019 yang menyebabkan banjir parah di sepanjang sungai Chikuma.[4]
Kehidupan pribadi
Pegunungan Kamikochi, bagian dari keindahan alam Nagano yang menjadi fokus pariwisata berkelanjutan Abe.
Abe dikenal sebagai pribadi yang tenang, metodis, dan sangat menghargai dialog. Ia sering melakukan sesi "Dialog Terbuka" dengan warga di berbagai penjuru Nagano untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat pedesaan. Di waktu senggangnya, ia menikmati keindahan alam Nagano dan aktif mempromosikan produk pertanian lokal seperti apel, anggur, dan soba ke pasar internasional. Ia menikah dan memiliki keluarga yang mendukung penuh karier politiknya di Nagano meskipun ia tidak berasal dari keluarga politik tradisional daerah tersebut.[5]