Shenzhou 21 (Hanzi: 神舟二十一号; Pinyin: Shénzhōu èrshíyī-hào; harfiah: "Perahu Surgawi Nomor 21") merupakan misi penerbangan antariksa berawak asal Tiongkok yang menuju Stasiun luar angkasa Tiangong, diluncurkan pada 31 Oktober 2025.[2] Wahana ini membawa tiga taikonaut menggunakan pesawat antariksa Shenzhou. Misi tersebut menjadi penerbangan berawak Tiongkok ke-16 sekaligus penerbangan keseluruhan ke-21 dalam program Shenzhou. Penerbangan ini juga menandai rotasi kru kesepuluh ke stasiun Tiangong, yang telah dihuni secara berkelanjutan sejak Juni 2021.
Awak kapal
Kru untuk misi Shenzhou 21 dipilih pada Februari 2025,[2] namun, sebagaimana kebiasaan sebelumnya di Tiongkok, identitas mereka baru diumumkan secara resmi sehari sebelum peluncuran. Misi ini dikomandani oleh Zhang Lu, seorang taikonaut senior yang sebelumnya bertugas dalam misi Shenzhou 15 pada tahun 2022–2023. Ia didampingi oleh Wu Fei, insinyur penerbangan dari China Academy of Space Technology, serta Zhang Hongzhang, spesialis muatan yang mewakili Institut Fisika Kimia Dalian.
Pada saat peluncuran, Wu yang berusia 32 tahun menjadi taikonaut termuda yang pernah melakukan penerbangan ke luar angkasa. Baik Wu maupun Zhang Hongzhang termasuk dalam kelompok ketiga taikonaut Tiongkok yang terpilih pada tahun 2020.[3]
Awak Kapal Shenzhou 21 terdiri atas tiga taikonaut di bawah naungan CMSA. Komandan misi adalah Zhang Lu, yang menjalani penerbangan antariksa keduanya. Posisi insinyur penerbangan ditempati oleh Wu Fei, untuk penerbangan antariksa pertamanya. Sementara itu, spesialis muatan adalah Zhang Hongzhang, yang juga menjalani penerbangan antariksa pertamanya.
Sebelum peluncuran dimulai, para taikonaut mengikuti upacara pelepasan resmi di Kantor Rekayasa Sistem Astronaut Jiuquan — sebuah tradisi yang telah dijalankan sejak misi Shenzhou 5 pada tahun 2003. Usai upacara, mereka berangkat dalam iring-iringan kendaraan menuju landasan peluncuran, kemudian melakukan proses masuk ke wahana antariksa sekitar dua jam dua puluh menit sebelum waktu peluncuran.[2]
Profil misi
Setelah memasuki orbit, Shenzhou 21 melakukan pertemuan cepat dan penyandaran otomatis dengan pelabuhan depan modul inti Tianhe milik stasiun luar angkasa Tiangong pada pukul 19:22 UTC.[4] Proses tersebut memakan waktu sekitar tiga setengah jam untuk mencapai stasiun, menjadikannya tiga jam lebih cepat dibandingkan urutan penyandaran Shenzhou 20 dan secara signifikan lebih singkat daripada perjalanan dua hari yang dilakukan sebelum misi Shenzhou 14.[4]
Setelah berhasil merapat di pelabuhan depan Tianhe, awak Shenzhou 21 memasuki stasiun dan mengambil alih tanggung jawab operasional dari awak Shenzhou 20 yang terdiri atas Chen Dong, Chen Zhongrui, dan Wang Jie, yang telah berada di orbit sejak April 2025. Kedua awak dijadwalkan bertugas bersamaan selama sekitar satu minggu sebelum Shenzhou 20 kembali ke Bumi pada awal November 2025.[4]
Tujuan
Selama masa tinggal enam bulan mereka di orbit, kru Shenzhou 21 akan melaksanakan 27 percobaan ilmiah, termasuk studi pertama Tiongkok mengenai mamalia pengerat di luar angkasa.[5] Empat ekor tikus turut diterbangkan bersama kru untuk meneliti dampak mikrogravitasi dan kondisi hidup dalam ruang terbatas. Hewan-hewan tersebut dijadwalkan kembali ke Bumi menggunakan wahana Shenzhou 20 setelah misi berakhir.
Eksperimen lainnya difokuskan pada penelitian energi baru serta proses adaptasi biologis dalam lingkungan mikrogravitasi.[5]
Kru juga dijadwalkan menerima kedatangan wahana kargo Tianzhou 10 dan mempersiapkan penyerahan tanggung jawab kepada misi Shenzhou 22 pada tahun 2026. Mereka diperkirakan akan menjadi kru pertama yang menggunakan baju antariksa Feitian versi terbaru, yang telah dikirim ke stasiun oleh wahana Tianzhou 9 pada awal tahun tersebut.[5]