Rubins kembali ke Bumi pada 30 Oktober 2016 di Kazakhstan dengan menggunakan wahana Soyuz yang sama.[5] Setelah misi pertamanya, ia kembali ditugaskan dalam Ekspedisi 63 dan Ekspedi 64.[6][7] Rubins kembali menghabiskan waktu di ISS, memperluas kontribusinya dalam penelitian ilmiah dan eksplorasi luar angkasa.[8][9] Hingga saat ini, Rubins telah menghabiskan total 300 hari, 1 jam, dan 31 menit di luar angkasa, menjadikannya astronaut perempuan Amerika Serikat dengan jumlah hari di luar angkasa terbanyak keempat dalam sejarah.[10]
Selain perannya sebagai angkasawan, Rubins memiliki latar belakang akademik dalam mikrobiologi dan virologi. Sebelum bergabung dengan NASA, Rubins terlibat dalam penelitian genom virus dan penyakit menular, termasuk studi tentang virus Ebola dan cacar monyet.[11] Keahliannya dalam biologi molekuler memberinya peran penting dalam pengembangan eksperimen genetika di ISS, termasuk penelitian tentang bagaimana DNA bereplikasi di luar angkasa serta studi tentang dampak lingkungan luar angkasa terhadap kesehatan manusia.[12][13][14]
↑"Whitehead Institute of MIT". AudioHelicase: NASA Astronaut and Former Whitehead Fellow Kathleen "Kate" Rubins (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-19.