Euonymus/juːˈɒnɪməs/ adalah genus tumbuhan berbunga dalam keluarga staf anggur, Celastraceae. Nama-nama umum sangat bervariasi di antara spesies, di Indonesia ia dikenal sebagai kudang-kudang, kekudang, jerukan, keyap, perupak atau serapat. Ini terdiri dari sekitar 130 spesies [2][3]semakgugur dan hijau sepanjang tahun, pohon kecil dan liana. Mereka sebagian besar berasal dari Asia Timur, meluas ke Himalaya,[4] dan mereka juga tersebar di Eropa, Australasia, Amerika Utara, dan Madagaskar. Lima puluh spesies adalah endemikTiongkok .[2]
Keterangan
Bunga yang tidak mencolok muncul dalam kelompok kecil, dan bisa berwarna hijau, kuning, merah muda atau merah marun tergantung spesiesnya.[4] Daunnya berseberangan (jarang berselang-seling) dan berbentuk bulat telur sederhana, biasanya 2–15panjangnya cm, dan biasanya dengan tepi bergerigi halus. Buahnya berupa buah beri berbentuk polong dengan empat atau lima katup berwarna merah muda atau putih, yang terbelah untuk memperlihatkan biji berwarna oranye atau merah yang berdaging.
Bijinya dimakan oleh burung pemakan buah, yang mencerna kulit biji yang berdaging dan menyebarkan bijinya ke dalam kotorannya. Banyak spesies yang digunakan untuk keperluan pengobatan, dan bagian tanamannya dapat menjadi racun bagi manusia .[5]
Budidaya dan kegunaannya
Buah serapat dewasa ( Euonymus sp.), dibelah untuk mengeluarkan bijinya
Kayu dari beberapa spesies secara tradisional digunakan untuk pembuatan gelendong untuk memintal wol.
Serapat adalah semak taman yang populer, ditanam untuk dedaunannya, spesies gugur sering kali memperlihatkan warna musim gugur merah yang sangat cerah, dan juga untuk buah beri dekoratif. Namun, Euonymus alatus (serapat api) dianggap sebagai spesies invasif di hutan di bagian timur laut Amerika Serikat.
Keberagaman
Euonymus Fortunei di sebuah pemuliaan tanamanEuonymus verrucosus di Austria
↑"Genus: Euonymus L."Germplasm Resources Information Network. United States Department of Agriculture. 2007-10-05. Diarsipkan dari asli tanggal 1 September 2009. Diakses tanggal 2010-10-02.