Dari abad ke-12 hingga abad ke-16, Milan adalah salah satu kota terbesar di Eropa dan pusat perdagangan dan komersial utama, sebagai ibu kota Kadipaten Milan, salah satu kekuatan politik, seni dan mode terbesar pada era Renaisans.[4][5] Menjadi salah satu pusat utama Pencerahan Italia semasa periode modern awal, kota ini kemudian menjadi salah aatu pusat paling aktif semasa era Restorasi, hingga ia bergabung ke Kerajaan Italia yang bersatu. Dari abad ke-20 dan seterusnya Milan menjadi pusat industri dan keuangan di Italia,[6][7] salah satu ibu kota ekonomi Eropa dan pusat keuangan dunia.[8][9]
Presiden Pengadilan MilanoCarlo Biotti pada tahun 1971 menentang dengan tegas tekanan politik dan institusional yang kuat, dengan bersikeras meminta penggalian kembali jenazah Giuseppe Pinelli untuk menjamin kebenaran penuh atas peristiwa tersebut. Keputusan ini membuatnya dicopot dari jabatannya dan menghadapi berbagai tuduhan, yang kemudian menjadikannya simbol independensi dan perlawanan sipil magistratura Milan terhadap setiap tekanan politik.
Sebuah peristiwa yang tetap menjadi simbolis menunjukkan dukungan masyarakat sipil: Biotti, yang sudah diskors dari jabatannya, memasuki sebuah bioskop yang penuh sesak di Milano dan disambut dengan tepuk tangan meriah ketika semua penonton berdiri.[10] Peristiwa ini menobatkannya sebagai ikon perjuangan untuk keadilan dan simbol sejati dari kehakiman yang tak dapat disuap bagi semua warga.