Histopathological image of old state of schistosomiasis incidentally found at autopsy. The deposition of calcified eggs in the colonic submucosa suggests prior infection of Schistosoma japonicum.
Ukuran cacing jantan lebih besar daripada cacing betina. Tampak tubuh cacing jantan melipat menutupi tubuh cacing betina yang lebih ramping. Jika cacing ini menulari manusia, maka akan menyebabkan penyakit schistosomosis yang menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar di Asia dan Afrika. Seseorang yang menderita penyakit ini akan mengalami kerusakan hati, kelainan jantung, limpa, ginjal, dan kantung kemih.[2]
Daur hidup
Daur hidup cacing ini hampir sama dengan cacing hati. Telur yang
dihasilkan akan keluar dari tubuh inang, kemudian akan ikut bersama kotoran dan menetas di dalam air. Oleh sebab itulah hendaklah kita minum air yang telah direbus sampai matang agar terbebas dari telur cacing ini.[2]
Referensi
↑Buku sekolah elektronik Moch Anshori, Djoko Martono (2009). Biologi 1: Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. ISBN: 978-979-068-129-3 ( no.jil.lengkap) / ISBN: 978-979-068-130-9.; ;
123Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari (2009). Biologi 1: Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. ISBN 978-979-068-129-3 (no. jilid lengkap) / ISBN 978-979-068-131-6.; ;